Seekor gajah Sumatera ditemukan mati dalam keadaan mengenaskan di areal lahan konsesi di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Gajah usia sekitar 40 tahun itu diduga menjadi korban perburuan liar.
Gajah liar tersebut ditemukan oleh warga sekitar pada Senin (2/2/2026) malam. Temuan gajah ini kemudian dilaporkan kepada aparat berwenang.
Pihak kepolisian bersama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau turun ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil olah TKP, ditemukan sejumlah fakta mengejutkan.
Gajah tersebut tidak mati secara alami, melainkan dibunuh dengan cara ditembak. BKSDA Riau mengindikasikan gajah tersebut merupakan korban perburuan liar untuk diambil gadingnya.
Kabar kematian gajah Sumatera ini membuat Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan marah. Jenderal bintang dua ini menegaskan pihaknya akan mengusut tuntas kasus ini.
"Saya kan sudah mengangkat(gajah) Domang dan Tari sebagai anak, jadi saya ini bapaknya gajah," ujar Irjen Herry Heryawan menjawab pertanyaan mahasiswa saat mengisi kuliah umum di Universitas Lancang Kuning (Unilak), Jumat (6/2/2026).
Kapolda yang akrab disapa Herimen ini kemudian menyampaikan bahwa gajah Sumatera itu mati dibunuh. Ia menegaskan pihaknya akan melakukan penyelidikan mendalam untuk menangkap pelakunya.
"Di kepalanya ditemukan proyektil, jadi ini gajah dibunuh secara sengaja," kata Kapolda.
BKSDA Riau mengungkap kondisi miris gajah saat ditemukan. Ada proyektil yang ditemukan di bagian belakang kepala gajah.
"Posisi serpihan proyektil di bagian belakang tengkorak kepala. Bersarang di tengkorak," kata Pengendali Ekosistem Hutan Ahli BKSDA Riau, drh Rini Deswita, saat dihubungi wartawan, Jumat (6/2).
Kondisinya mengenaskan saat ditemukan. Sebagian kepala hingga belalainya hilang.
"Sebagian kepala dari dahi, mata, dan belalainya hilang," katanya.
Gajah yang ditemukan dalam kondisi mengalami pembusukan, diperkirakan mati sejak 10 hari sebelum ditemukan. Selain itu, kedua gading gajah juga hilang.
"Gadingnya juga hilang," tambahnya.
(mea/ygs)





