Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Art Jakarta Papers 2026 dinilai menjadi ruang strategis bagi penguatan talenta perupa muda nasional.
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menegaskan bahwa kertas memiliki peran penting dalam sejarah panjang ekspresi budaya Nusantara. Hal itu disampaikannya saat membuka pameran Art Jakarta Papers 2026 di Hotel InterContinental, Jakarta.
Fadli Zon menyebut penyelenggaraan Art Jakarta Papers sebagai terobosan yang relevan dengan akar budaya Indonesia. Menurutnya, medium kertas telah digunakan sejak abad ke-7 Masehi melalui daluang dari kulit kayu untuk manuskrip, seni lukis, hingga wayang beber.
“Ini menunjukkan bahwa kita memiliki sejarah panjang dengan medium kertas. Keragaman ekspresi budaya Indonesia bahkan tidak lagi cukup disebut diversity, melainkan megadiversity,” ujar Fadli Zon, dikutip Sabtu, 7 Februari 2026.
Dalam pembangunan kebudayaan, Kementerian Kebudayaan saat ini berfokus pada penguatan lima ekosistem utama, termasuk seni rupa yang dinilai memiliki potensi besar di tingkat global.
“Seni rupa Indonesia memiliki daya tarik tinggi bagi kolektor internasional. Ini adalah peluang yang harus kita dorong secara serius,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Fadli Zon juga menyoroti peran Art Jakarta Papers dalam mendukung Manajemen Talenta Nasional, dengan membuka ruang bagi perupa muda untuk membangun jejaring dan tampil di panggung internasional.
“Ini adalah program strategis untuk membangun trajektori talenta nasional, agar perupa muda kita memiliki ruang tumbuh, jejaring global, dan kesempatan tampil di panggung internasional,” tambahnya.
Art Jakarta Papers 2026 digelar di City Hall, Pondok Indah Mall 3, pada 6–8 Februari 2026, menampilkan karya seni berbasis kertas dari 28 galeri, terdiri dari 22 galeri nasional dan enam galeri internasional dari Asia.
Editor: Redaktur TVRINews


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5495746/original/026673600_1770425016-IMG_7672.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5333488/original/087067800_1756639878-IMG-20250831-WA0036.jpg)