Jakarta, tvOnenews.com - Keberhasilan Timnas Futsal Indonesia menembus final Piala Asia Futsal 2026 bukanlah sesuatu yang terjadi secara instan. Pelatih Hector Souto mengungkapkan bahwa ada proses panjang yang dijalani skuad Merah Putih hingga mampu tampil konsisten di level tertinggi Asia.
Pencapaian tersebut terasa semakin spesial karena datang tak lama setelah Indonesia meraih medali emas SEA Games 2025. Dalam rentang waktu kurang dari dua bulan, Garuda kembali membuktikan bahwa mereka bukan sekadar tim kejutan.
Grafik performa Timnas Futsal Indonesia memang tengah menanjak. Kombinasi pengalaman, kedisiplinan taktik, serta suasana tim yang solid menjadi fondasi kuat di bawah arahan Hector Souto.
Indonesia kini berada di persimpangan sejarah. Dua gelar bergengsi terbuka lebar, sebuah situasi yang belum pernah dialami futsal Indonesia sebelumnya.
Tonggak penting telah tercipta pada 19 Desember 2025. Saat itu, Timnas Futsal Indonesia sukses mencatatkan diri sebagai juara SEA Games 2025 yang digelar di Thailand.
Gelar tersebut tidak hanya bermakna medali emas. Keberhasilan itu turut mengangkat kepercayaan diri pemain untuk bersaing di level yang lebih tinggi.
Momentum positif tersebut berlanjut di Piala Asia Futsal 2026. Pada Sabtu (7/2), Indonesia kembali berpeluang menorehkan tinta emas dengan tampil di partai final Piala Asia Futsal untuk pertama kalinya.
Namun, tantangan besar sudah menanti di laga puncak. Timnas Futsal Indonesia akan berhadapan dengan Iran yang dikenal sebagai penguasa futsal Asia.
Iran datang ke final dengan status yang sangat mentereng. Tim tersebut telah mengoleksi 13 gelar juara Piala Asia Futsal dan dikenal memiliki mental juara yang kuat.
Menjelang laga krusial tersebut, Hector Souto berbicara mengenai pendekatan yang ia terapkan kepada para pemain. Ia menilai menjaga keseimbangan fisik dan mental menjadi kunci utama dalam mempertahankan performa tim.
Dalam sesi jumpa pers, Souto menjelaskan bahwa langkah awal yang diambil justru memberikan ruang bagi pemain untuk beristirahat. Ia tidak ingin euforia juara SEA Games justru berubah menjadi beban psikologis.
“Jadi, apa yang kami lakukan setelah SEA Games? Kami memberi mereka hari libur. Kami menyarankan mereka untuk tetap aktif, tetapi juga memberi mereka waktu luang. Kami memberi mereka waktu hampir lebih dari 10 hari untuk pulih setelah cedera,” ujar Souto, Jumat (6/2/2026).


