jpnn.com - Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia menyebut partainya saat ini bisa dikatakan bercorak sosialis ketimbang parpol bekelir kuning disebut penganut paham kapitalis.
Hal demikian disampaikan Bahlil dalam arahannya di acara sosialisasi empat pilar yang digelar fraksi Golkar MPR di kantor partai berlambang pohon Beringin itu, Jakarta, Jumat (6/2).
BACA JUGA: Saran dari Hensa untuk Prabowo jika Gibran Berambisi jadi Capres 2034
Mulanya, Bahlil mempertanyakan berbagai izin usaha pertambangan (IUP) yang diterbitkan oleh Jakarta melalui pemerintah pusat.
"Saya pikir-pikir kenapa izinnya kantornya semua ada di Jakarta ini? Apakah negara Republik Indonesia ini hanya punya Jakarta," kata dia, Jumat.
BACA JUGA: Hensa Soroti Kinerja Seskab Teddy dan Purbaya, Ada yang Bikin Deg-degan
Bahlil mengaku saat ini dengan status Menteri ESDM tengah membereskan masalah penerbitan IUP di Maluku, Sulawesi, Papua, hingga Kalimantan tak terkonsentrasi di pusat.
Dia menuturkan semangat tak mengonsentrasikan izin tambang ialah untuk mewujudkan pemerataan seperti yang dipelajari dari Golkar.
BACA JUGA: Mulyono Mengaku Berdosa Seusai Ditangkap KPK
"Aku kadang-kadang pikir, ya, Golkar ini sebenarnya bukan kapitalis, dia ini mirip-mirip sosialis. Ini jujur ini," ujar Bahlil.
Eks Menteri Investasi itu berharap pemerintah di daerah bisa menerbitkan izin tambang agar UMKM dan BUMD merasakan manfaat.
"Maka perlahan-lahan kita kanalisasi, izin kami kembalikan kepada teman-teman daerah, pengusaha daerah, UMKM harus dapat, BUMD kasih. Jadikan orang daerah menjadi tuan di negerinya," ujarnya.
Dia mengaku tidak ingin pembagian ekonomi dari kekuasaan hanya terkonsentrasi di satu wilayah tetap mengabaikan tempat lain.
"Jangan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dijadikan sebagai satu wilayah, tetapi kekuasaan pembagian ekonomi politiknya hanya tertumpu pada satu wilayah," ujarnya. (ast/jpnn.com)
Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Aristo Setiawan




