TANGERANG, KOMPAS.com – Ribuan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) disebut akan mendatangi Mapolres Metro Tangerang Kota, Sabtu (7/2/2026) siang ini.
Aksi ini merupakan buntut dari kasus dugaan penganiayaan kader Banser Kota Tangerang oleh penceramah Bahar bin Smith pada Minggu (21/9/2025) lalu.
Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Tangerang, Midyani mengatakan, aksi solidaritas tersebut bakal digelar pukul 13.00 WIB.
Aksi ini bertajuk "Mencari Keadilan di Polres Kota Tangerang" dan diklaim akan melibatkan sekitar 2.000 anggota.
"Agendanya adalah kami akan mencari keadilan dengan menggelar apel dan doa bersama di depan Kantor Polres Kota Tangerang," kata Midyani saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu.
Midyani menjelaskan, massa aksi yang hadir hari ini tidak hanya berasal dari kader Banser Kota Tangerang.
Kader-kader GP Ansor dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Jawa Tengah dan Jawa Timur juga disebut akan hadir sebagai bentuk solidaritas.
Baca juga: Polisi Akan Jadwalkan Pemanggilan Kedua terhadap Bahar bin Smith
"Ratusan kader kami dari Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah ada di Banten dari hari Kamis (5/6/2026) kemarin, sudah siap," jelas Midyani.
Midyani pun menyebut sejumlah pejabat Pimpinan Pusat (PP) juga akan ikut hadir dalam aksi ini, salah satunya Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP GP Ansor, Rifqi Al Mubarok, yang bakal memimpin massa.
"Aksi ini diintruksikan langsung oleh pimpinan pusat GP Ansor, termasuk Kasat Korps Nasional (Kornas) Banser dan didukung GP Ansor Provinsi Banten agar kita berdiri di sebelah Rida yang telah menjadi korban penganiayaan," ungkap Midyani.
Sejarah baruMenurut Midyani, aksi turun ke jalan ini merupakan peristiwa langka yang baru pertama kali terjadi dalam sejarah GP Ansor. Sejak didirikan pada 24 April 1934, GP Ansor disebut hampir tidak pernah menggelar unjuk rasa.
Katanya, unjuk rasa digelar lantaran dugaan penganiayaan ini berlebihan dan tidak dapat ditoleransi.
"Selama hampir 90 tahun Ansor enggak pernah menggelar aksi, tidak ada sejarahnya Ansor buat rusuh, tidak pernah sekalipun membuat onar, apalagi sampai melakukan tindak kekerasan, sangat tidak mungkin," ujarnya.
Dalam aksi hari ini, GP Ansor membawa pesan solidaritas terhadap korban penganiayaan sekaligus mendesak polisi bertindak tegas terhadap seluruh pelaku.
"Proses hukum yang berlaku kami ikuti dan hormati, karena keterangan korban pelakunya itu lebih dari 10 orang, jadi ya semua itu harus diberi hukuman," kata dia.





