JICA Bagikan Pengalaman Program Makan Sekolah Jepang untuk Dukung MBG

metrotvnews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Japan International Cooperation Agency (JICA) bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) berbagi pengalaman Jepang dalam pengelolaan program makan sekolah guna memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia.

Kerja sama tersebut diwujudkan melalui seminar nasional bertajuk “Penguatan Keamanan Pangan dan Edukasi Gizi (Shokuiku) dalam Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Praktik Baik Program School Meal Jepang dan Sinergi Lintas Sektor” yang digelar pada Selasa, 3 Februari, di Hotel Bidakara, Jakarta.

Kegiatan ini diikuti lebih dari 8.000 peserta secara luring dan daring, terdiri atas kepala dan ahli gizi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), perwakilan dinas kesehatan, serta Balai Penjamin Mutu Pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia.

Seminar tersebut menjadi forum berbagi praktik terbaik internasional, khususnya pengalaman Jepang dalam mengelola program makan sekolah yang aman, berkelanjutan, dan terintegrasi dengan sistem pendidikan. Kegiatan ini juga bertujuan memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam implementasi MBG di Indonesia.

Deputi Sistem dan Tata Kelola BGN, Dr. Ir. Tigor Pangaribuan, MBA, dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan tata kelola, sistem keamanan pangan, serta kebijakan strategis sebagai fondasi keberlanjutan Program MBG.

“Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya ditentukan oleh penyediaan makanan, tetapi juga oleh sistem tata kelola yang kuat, jaminan keamanan pangan, serta edukasi gizi yang terintegrasi. Pembelajaran dari Jepang dan kolaborasi lintas sektor menjadi sangat relevan bagi Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Chief Representative JICA Indonesia, Sachiko Takeda, memperkenalkan dua program pelatihan JICA yang mengundang delegasi pemerintah Indonesia untuk mengikuti pelatihan langsung di Jepang. Ia menjelaskan bahwa program school meal di Jepang merupakan bagian integral dari pendidikan dan mencakup pengelolaan yang komprehensif, mulai dari penyusunan menu, kebersihan, distribusi, hingga pengembangan kapasitas.

Menurut Takeda, program makan sekolah bukanlah model yang dapat diterapkan secara seragam di semua negara, melainkan perlu disesuaikan dengan konteks masing-masing wilayah. Oleh karena itu, dialog berkelanjutan antar pemangku kepentingan menjadi kunci dalam pengembangannya.



Dalam sesi utama, para pakar dari Jepang dan perwakilan JICA memaparkan pengalaman terkait pengelolaan risiko penyakit bawaan pangan, penerapan standar kebersihan di sekolah, penguatan peran pemerintah daerah, serta promosi edukasi gizi atau Shokuiku sebagai bagian dari pembentukan kebiasaan hidup sehat pada anak.

Diskusi panel turut menghadirkan perwakilan dari Bappenas, BGN, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, serta Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Diskusi difokuskan pada langkah tindak lanjut serta penguatan sinergi lintas sektor dalam implementasi MBG.

Melalui seminar ini, JICA dan BGN berharap dapat berkontribusi pada penguatan kerangka kebijakan, peningkatan kualitas pelaksanaan, serta keberlanjutan jangka panjang Program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional Indonesia.

Baca juga:  Melihat MBG, Dubes Jepang Siap Bekerjasama dengan Indonesia


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KPK Periksa Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Terkait Kasus Jual Beli Gas
• 21 jam laluokezone.com
thumb
Bupati Barru Jadi Narasumber Diskusi Analisis Perbandingan Mekanisme Pemilu dalam Sistem Demokrasi Indonesia
• 2 jam laluterkini.id
thumb
KPK: Kasus Hakim PN Depok Berawal dari Permohonan Eksekusi Lahan
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Jadwal Salat DKI Jakarta 7 Februari 2026
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Vahid Shamsaee Prediksi Timnas Futsal Indonesia vs Iran Akan Berjalan Menarik
• 16 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.