Jalan Medan Merdeka Selatan Jadi Parkiran Bus Dadakan, Lalu Lintas Tersendat

kompas.com
9 jam lalu
Cover Berita


JAKARTA, KOMPAS.com
- Jalan Medan Merdeka Selatan arah Monas, Jakarta Pusat berubah menjadi tempat parkir bus pada Sabtu (7/2/2026).

Pantauan Kompas.com di lokasi, bus-bus terparkir mulai dari depan Balai Kota Jakarta hingga pintu gerbang utama Monas.

Bus parkir memakan dua lajur jalan sehingga kendaraan lain hanya bisa melintas melalui satu lajur. Kondisi ini membuat arus lalu lintas di kawasan tersebut tersendat.

Bus-bus berkapasitas sekitar 60 penumpang itu terlihat dalam kondisi kosong. Para sopir dan saa dan kondektur tampak berada di luar bus, duduk dan berbincang sambil menunggu penumpang kembali.

Baca juga: Respons Keluhan Headway Terlalu Lama, Transjakarta Akan Tambah 116 Bus Baru Tahun Ini

Di bagian depan bus terlihat spanduk yang menunjukkan penumpang merupakan rombongan sejumlah pondok pesantren dari berbagai daerah, seperti Bekasi, Depok, dan Bogor. Rombongan tersebut datang untuk menghadiri acara Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa Pengukuhan dan Taaruf Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang digelar di Masjid Istiqlal.

Acara itu rencananya dihadiri Presiden Prabowo Subianto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, sejumlah menteri, hingga Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.

Salah satu sopir bus, Dayat (53), mengaku terpaksa memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan karena tidak ada lagi lokasi parkir yang tersedia.

“Penuh semua. Kami rombongan ada 10 bus jadinya parkir di sini. Kalau jauh-jauh kasihan penumpang nanti bingung nyari busnya,” ucap Dayat, Sabtu.

Dayat mengatakan, sejumlah titik parkir di sekitar lokasi sudah penuh. Ia juga khawatir jika memarkirkan bus terlalu jauh dari Masjid Istiqlal.

Terkait biaya parkir, Dayat mengaku belum mengetahui apakah nantinya harus membayar atau tidak. Namun, menurut pengalamannya, biasanya tetap ada pungutan parkir liar.

“Saya enggak tahu nanti bayar apa engga, tapi biasanya sih bayar suka ada aja yang nagih. Kalau bus Rp 25.000,” kata dia.

Hal serupa disampaikan sopir lainnya, UU (55). Ia menyebut sebagian bus memang masih bisa diarahkan masuk ke area Monas, tetapi kapasitas parkir terbatas.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Beberapa bus tadi bisa diarahin masuk ke dalam Monas. Tapi kan ini yang datang banyak dari berbagai daerah, jadi kapasitasnya gabisa nampung semua bus,” kata UU.

Akibat kondisi tersebut, bahu jalan di kawasan Medan Merdeka Selatan dipenuhi bus besar, sementara pengguna jalan lainnya harus melambatkan laju kendaraan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BATC: Tiwi/Fadia Ditekuk Ganda Korsel, Indonesia Gagal ke Final
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Diskusi Taman Langit ANTARA angkat peliputan bencana Sumatera
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Outlook Negatif Moody’s Bikin Investor Asing Makin Hati-Hati Masuk RI
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Live di TVRI, Tim Putri Indonesia Hadapi Korea di Semifinal BATC 2026
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
KPK Sampai Kejar-kejaran, Terungkap Nego Suap Sengketa Lahan di PN Depok dari Rp1 M Jadi Rp850 Juta
• 12 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.