Gajah Mati Dibunuh di Pelalawan, Riau, Kepala dan Gadingnya Hilang

kompas.id
4 jam lalu
Cover Berita

PADANG, KOMPAS — Seekor gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) ditemukan mati dengan bagian kepala hilang di Kabupaten Pelalawan, Riau. Aparat tengah berupaya mengungkap kasus perburuan satwa liar yang dilindungi tersebut.

Bangkai gajah sumatera tersebut ditemukan pada 2 Februari 2026. Lokasinya di kawasan hutan konsesi PT RAPP Distrik Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan.

“Bangkai gajahnya sudah membusuk. Kepalanya hilang, termasuk gading. Sampai sekarang kepalanya belum ditemukan,” kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Supartono ketika dihubungi dari Padang, Sabtu (7/2/2026).

Supartono menjelaskan, kasus ini bermula dari laporan PT RAPP soal temuan gajah mati di wilayahnya kepada BBKSDA Riau pada 2 Februari. BBKSDA Riau kemudian berkoordinasi dengan berbagai pihak, seperti Polda Riau dan Polres Pelalawan, untuk mengecek lokasi.

Pada 3-4 Februari, tim dari BBKSDA Riau dan Polda Riau beserta jajaran turun ke lapangan. Tim kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), sedangkan tim BBKSDA Riau melakukan nekropsi. 

“Kami menemukan gajah mati. Kelaminnya jantan, diperkirakan usia 40 tahun. (Di bagian belakang tengkorak) ditemukan serpihan tembaga yang dari hasil pemeriksaan labfor (laboratorium forensik) merupakan pecahan amunisi peluru,” ujar Supartono. 

Baca JugaBagaimana Nasib dan Kondisi Terkini Habitat Gajah Sumatera?

Menurut Supartono, berdasarkan temuan di lapangan, kasus ini terindikasi kuat sebagai tindakan perburuan satwa liar dilindungi. BBKSDA Riau dan Polda Riau tengah menyelidiki untuk mengungkap kasus perburuan gajah yang termasuk kelompok gajah dari kantong Tesso Tenggara ini.

Secara terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Riau Komisaris Besar Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, dalam menyelidiki kasus kematian gajah ini, Polda Riau turut menurunkan Bidang Labfor untuk memastikan penyelidikan berdasarkan scientific crime investigation (SCI).

Berdasarkan temuan di lapangan, kata Pandra, terdapat indikasi kuat bahwa kematian gajah itu tidak alami dan justru mengarah pada dugaan kejahatan terhadap satwa dilindungi. Di lokasi, ditemukan dua serpihan proyektil diduga dari senjata rakitan. “Terindikasi kuat ini tindakan perburuan,” katanya.

Pandra melanjutkan, penyelidik Polda Riau bersama BBKSDA Riau tengah menyelidiki kasus tindak kejahatan terhadap satwa liar dilindungi ini. Ia juga berharap dukungan masyarakat agar melapor jika menemukan atau mengetahui orang-orang yang terlibat dalam kejadian ini.

Baca JugaMenyelamatkan Bentang Alam Seblat, Rumah Terakhir Gajah Sumatera di Bengkulu

“Kepala Polda Riau dan seluruh jajaran mengimbau masyarakat setempat yang mengetahui agar segera melapor ke pihak BBKSDA, Polsek, ataupun call center 110. Kerja sama dari masyarakat sangat dibutuhkan,” ujar Pandra.

Perburuan terhadap satwa liar dilindungi melanggar Pasal 21 ayat (2) Undang-undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya. Sanksi pidananya diatur dalam Pasal 40 ayat (1).

“Hukumannya pidana penjara maksimal 15 tahun,” kata Pandra.

Populasi gajah

Populasi gajah sumatera di Riau terus mengalami penurunan. Kondisi ini terjadi akibat habitat gajah yang kian terdesak karena pembukaan lahan, konflik dengan manusia, dan aktivitas perburuan.

“Populasi gajah sumatera di Riau memang mengalami penurunan, tetapi jumlahnya saat ini masih sekitar 200 ekor,” kata Supartono.

Baca JugaGajah Sumatera Kembali Muncul di Sumbar, Menggembirakan Sekaligus Mengkhawatirkan

Menurut Supartono, kasus perburuan gajah sumatera di Riau termasuk jarang. Dia menyebut, sudah lama tidak terjadi kasus perburuan. Kebanyakan kasus gajah di provinsi ini berupa konflik dengan masyarakat.

Supartono pun mengimbau agar masyarakat bisa hidup berdampingan dan berbagi ruang dengan gajah dan satwa liar lainnya. “Jika terjadi perburuan, kami mengimbau agar segera melapor ke BBKSDA atau kepolisian terdekat,” ujarnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Film “Teman Tegar Maira, kisah persahabatan dalam penyelamatan hutan
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Persija Resmi Pinjamkan Ryo Matsumura ke Bhayangkara FC pada Putaran Kedua Super League
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Lubang Raksasa di Aceh Kian Besar, Sungai-Gua di Lokasi Ikut Terdampak
• 22 jam laludetik.com
thumb
Jangan Ditiru! 2 Pelajar Pangkep Tewas akibat Pesta Minuman Berenergi Dioplos Spiritus
• 20 jam laluharianfajar
thumb
Hasil & Klasemen Super League: Persib Menang 2-0 vs Malut United, PSIM Ditahan Juru Kunci
• 12 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.