Menbud terima Dubes Rusia, perkuat diplomasi budaya termasuk museum

antaranews.com
10 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) -

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menerima audiensi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Rusia untuk Indonesia Vladimir N. Morozov di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Jumat (6/2), guna memperkuat diplomasi budaya dan penjajakan kerja sama museum kedua negara.

“Ini sangat penting untuk kita dapat memiliki informasi yang lebih lengkap terkait koleksi-koleksi tersebut,” kata Fadli Zon dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut diskusi sebelumnya terkait pengembangan kolaborasi pelestarian sejarah dan pengelolaan data kebudayaan. Morozov hadir bersama CEO Member of the Academic Publishing Board Vladimir N. Sautov.

Fadli Zon mengatakan rencana pelestarian sejarah budaya Rusia dalam bentuk katalog manuskrip dan artefak dapat memperkaya informasi koleksi dan riset historis.

Baca juga: Dubes Rusia dorong pelajar Indonesia kuliah di MGIMO

Dalam pertemuan itu, Kementerian Kebudayaan juga menyoroti potensi publikasi bersama berbasis data historis serta keterlibatan koresponden untuk memperkuat riset.

Morozov menyatakan pihaknya membuka peluang kerja sama lanjutan, termasuk dalam kurasi data dan pengarsipan.

“Kami memiliki data yang signifikan dan akan berkoordinasi dengan Menteri Kebudayaan, sekaligus meminta rekomendasi pihak-pihak yang dapat diajak berkoordinasi lebih lanjut, khususnya terkait dengan pengarsipan,” ujar Morozov.

Fadli Zon juga menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia telah memberikan Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025 kepada tiga Indonesianis Rusia, yaitu Vilen Sikorsky, Victor Sumsky, dan Vladimir Anisimov, atas kontribusi mereka dalam mempelajari dan mempromosikan budaya Indonesia.

Baca juga: Rusia tambah kuota beasiswa bagi pelajar Indonesia

Penghargaan tersebut diserahkan di Moskow oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.

Sementara itu, Vladimir N. Sautov menyebut kerja sama ke depan diharapkan tidak terbatas pada artefak, tetapi juga mencakup kolaborasi strategis antarmuseum.

“Kami mengharapkan diskusi ini tidak hanya berfokus pada artefak, tetapi juga pada bentuk kerja sama di masa mendatang, termasuk kolaborasi antara museum di Indonesia dan museum di St. Petersburg,” kata Sautov.

Kementerian Kebudayaan menilai dialog tersebut menjadi langkah awal untuk memperluas kerja sama pelestarian sejarah dan penguatan diplomasi budaya kedua negara.

Baca juga: Komitmen Menbud dalam memperkuat bidang kebudayaan

Baca juga: Menbud tekankan budaya sebagai penopang ekonomi inklusif


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BOC Hong Kong Jakarta gelar forum transaksi RMB lintas batas di Medan
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
164 TKA tanpa RPTKA Terungkap, Kemnaker Denda Perusahaan Rp2,17 Miliar
• 22 jam lalurealita.co
thumb
Presiden Prabowo Sebut Pemberantasan Korupsi Diganggu Kelompok Garong
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kronologi Anak Tengah Bunuh Sekeluarga di Jakarta Utara, Campur Teh dengan Racun Tikus sampai Bakar Kembang Api
• 10 jam lalugrid.id
thumb
BATC: Tiwi/Fadia Ditekuk Ganda Korsel, Indonesia Gagal ke Final
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.