Adu Kredit Hijau BMRI, BBNI dan BBCA

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah bank jumbo mencatat pertumbuhan pembiayaan hijau sepanjang 12 bulan 2025, seiring dengan ekspansi kredit dan penguatan portofolio berkelanjutan. Nama-nama seperti Bank Mandiri, BCA dan BNI kompak mempertahankan pertumbuhan segmen pembiayaan hijau sejak 2020.

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) atau BCA menjadi Bank Buku IV dengan pertumbuhan pembiayaan hijau tertinggi secara tahunan hingga pengujung tahun lalu.

Dalam laporan kinerja per Desember 2025, bank milik Grup Djarum itu menorehkan pertumbuhan pembiayaan berkelanjutan (sustainable finance) sebesar 11,7% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp255 triliun, dibandingkan dengan Rp220 triliun pada periode 12 bulan tahun sebelumnya.

Dari nilai tersebut, total outstanding untuk pembiayaan hijau (green financing) menembus Rp113 triliun. Capaian ini merefleksikan pertumbuhan tahunan sebesar 14,5% dibandingkan dengan Rp99 triliun pada kurun Januari–Desember 2024.

Secara kumulatif sejak 2021, pembiayaan hijau menorehkan compound annual growth rate (CAGR) sebesar 12,32% dari Rp71 triliun.

Adapun pembiayaan untuk usaha skala kecil dan menengah yang masuk dalam sektor berkelanjutan tumbuh 9,6% YoY menjadi Rp142 triliun, dibandingkan dengan Rp130 triliun pada tahun sebelumnya.

BCA tidak memperinci secara detail sektor-sektor yang menerima pendanaan hijau sepanjang 2025. Meski demikian, pembiayaan untuk kendaraan listrik tercatat memiliki outstanding sebesar Rp3,6 triliun atau tumbuh 53,8% YoY, sementara pembiayaan untuk energi terbarukan mencapai Rp6,2 triliun dengan kapasitas 323 mega watt (MW).

Secara keseluruhan, BCA mencatat pertumbuhan kredit sebesar 7,7% YoY menjadi Rp993 triliun per Desember 2025. Torehan ini dicapai seiring dengan komitmen perseroan mendorong pembiayaan ke sektor riil dan konsumsi domestik.

Sepanjang 2025, rata-rata pertumbuhan kredit BCA bahkan mencapai 10,8%, dengan penyaluran tersebar ke berbagai sektor seperti manufaktur, perdagangan, restoran, hotel, hingga rumah tangga. Kredit usaha menjadi kontributor utama, tumbuh 9,9% YoY mencapai Rp756,5 triliun pada akhir 2025.

Di sisi pembiayaan konsumer, BCA membukukan outstanding sebesar Rp224,1 triliun. Penyaluran tersebut ditopang oleh kredit pemilikan rumah (KPR) yang mencapai Rp142,3 triliun serta kredit kendaraan bermotor (KKB) sebesar Rp56,6 triliun.

Sementara itu, pinjaman konsumer lainnya, yang mayoritas berasal dari kartu kredit, tumbuh 9,8% YoY menjadi Rp25,2 triliun.

Baca Juga : Investasi Adaptasi Iklim Kurang Disorot, Bisa Menguntungkan?

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menempati posisi kedua dari sisi pertumbuhan kredit hijau. Selama periode 12 bulan tahun lalu, total pembiayaan hijau bank pelat merah ini mencapai Rp166 triliun, tumbuh 11,40% YoY daripada Rp149 triliun pada 2024.

Mayoritas pembiayaan hijau ini disalurkan ke sektor pertanian berkelanjutan, dengan nilai menembus Rp115 triliun. Sektor produk ramah lingkungan (eco-efficient products) menempati peringkat kedua dengan pembiayaan yang diterima sebesar Rp15 triliun, sementara kredit yang disalurkan BMRI ke sektor energi terbarukan mencapai Rp12,9 triliun.

Bank Mandiri juga tercatat menyalurkan pembiayaan untuk sektor kendaraan berbahan bakar hijau, dengan nilai Rp10,3 triliun. Selanjutnya sektor pengelolaan air berkelanjutan memperoleh pembiayaan Rp5,8 triliun dan bangunan hijau Rp6,5 triliun.

Secara total, Bank Mandiri menyalurkan kredit berkelanjutan dengan nilai total Rp316 triliun pada 2025. Angka ini naik 8% YoY dari Rp293 triliun pada tahun selanjutnya, dengan kontribusi portofolio pembiayaan sosial sebesar Rp150 triliun.

Pertumbuhan portofolio hijau Bank Mandiri sejalan dengan kinerja penyaluran kreditnya secara umum pada tahun lalu. Per Desember 2025, kredit Bank Mandiri mencapai Rp1.894 triliun atau tumbuh 13,4% secara tahunan.

Dalam paparan kinerja keuangan kuartal IV/2025 pada Kamis (5/2/2026) disebutkan pertumbuhan kredit tersebut turut mendorong peningkatan total aset perseroan. Hingga Desember 2025, aset Bank Mandiri tercatat sebesar Rp2.829.948 miliar, naik 16,6% dibandingkan posisi Desember 2024 sebesar Rp2.427.223 miliar.

Baca Juga : Laju Kencang Return Obligasi Berlabel ESG di Awal 2026

Di antara ketiga bank, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) atau BNI menempati peringkat ketiga dengan pertumbuhan penyaluran kredit hijau sebesar 6,26% YoY, dari Rp73,4 triliun pada 2024 menjadi Rp78 triliun sepanjang periode Januari–Desember 2025.

Secara terperinci, pembiayaan kategori pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan yang berkelanjutan mendominasi penyaluran kredit hijau, dengan nilai Rp41,4 triliun.

Kemudian pembiayaan hijau untuk energi terbarukan sebesar Rp11,7 triliun; pembiayaan lain-lain yang mencakup pengelolaan air dan air limbah yang berkelanjutan sebesar Rp23,9 triliun; dan pencegahan polusi Rp1,0 triliun.

BNI juga tercatat menyalurkan pembiayaan penguatan dan pemberdayaan sosial ekonomi senilai Rp118,8 triliun hingga pengujung 2025. Hal ini membuat total portofolio keberlanjutan BNI menembus Rp197 triliun atau setara 22% dari total penyaluran kredit tahun lalu.

“BNI secara konsisten mengimplementasikan langkah-langkah strategis di seluruh aspek operasional dan pembiayaan guna memperkuat praktik keberlanjutan,” kata Direktur Risk Management BNI David Pirzada dalam keterangannya, Selasa (3/2/2026).

David mengatakan, BNI akan terus memperluas pembiayaan pada sektor-sektor prioritas hijau, termasuk energi terbarukan, transportasi ramah lingkungan, serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Menurutnya, keberlanjutan tidak sekadar kepatuhan terhadap regulasi, tetapi telah menjadi fondasi strategi bisnis BNI dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Di sisi lain, BNI juga berkomitmen menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), serta pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Komitmen itu tecermin dari penerbitan Sustainability Bond senilai Rp5 triliun pada 2025 dengan peringkat idAAA. Framework Sustainability Bond BNI telah mendapat Second Party Opinion (SPO) dari Sustainalytics dengan hasil credible and impactful.

Selain itu perseroan juga telah menerbitkan Green Bond senilai Rp5 triliun yang dialokasikan untuk mendukung pembiayaan berwawasan lingkungan dan sosial, serta penyaluran Sustainability Linked Loan (SLL) kepada perusahaan yang telah menunjukkan peningkatan kinerja keberlanjutan.

Tidak hanya pembiayaan, bank berlogo 46 itu juga meluncurkan ESG Advisory Playbook untuk subsektor kelapa sawit. Sebagai informasi, ESG Advisory Playbook merupakan panduan transisi bagi debitur.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Maluku Diguncang Gempa dengan Magnitudo 5,9, Ini Penyebabnya
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
Persikotas FC Gerak Cepat! Rekruit Eks Liga 2 dan Genjot Latihan Keras, Target Siap Tempur di Liga 4 Nasional
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
5 Kesalahan yang Membuatmu Tidak Dihargai Orang Lain
• 5 jam lalubeautynesia.id
thumb
Kurang 60 Menit, Sunarto Merestui Penangkapan Ketua PN Depok
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
7 Rekomendasi Series tentang Keluarga yang Seru dan Penuh Makna
• 5 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.