Bisnis.com, JAKARTA — Konsorsium PT Hutama Karya (Persero) melalui badan usaha pelaksana PT Hutama Mambelim Trans Papua (HMTP) memastikan pengerjaan fisik proyek Jalan Trans Papua Ruas Jayapura–Wamena terus dipacu.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Papua, Denny Firmansyah menjelaskan, pihaknya bersama manajemen Hutama Karya mengungkap telah melakukan peninjauan langsung di lokasi proyek untuk mengevaluasi metode kerja, kesiapan alat, hingga risiko teknis.
Adapun, peninjauan mencakup seluruh koridor pengerjaan galian yang dimulai dari titik awal STA 0+000 hingga titik akhir di STA 50+140.
“Ini merupakan agenda untuk memastikan bahwa pekerjaan proyek berjalan efektif, mengingat jalan ini merupakan akses penting masyarakat yang melintas dari Jayapura menuju Wamena dan sebaliknya. Maka, penting bagi kita selalu menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan di saat masa pengerjaan proyek berlangsung,” ujar Denny Firmansyah dalam keterangan resmi, Sabtu (7/2/2026).
Dalam penjelasannya, pembangunan jalan sepanjang 50,14 kilometer ini diproyeksikan menjadi urat nadi logistik yang menghubungkan tiga provinsi dan delapan kabupaten di tanah Papua. Keberadaan akses ini dinilai krusial untuk menekan biaya distribusi barang dan memperkuat konektivitas antarwilayah yang selama ini terisolasi secara geografis.
Sementara itu, Direktur Operasi I Hutama Karya Agung Fajarwanto menegaskan bahwa setiap tahapan konstruksi wajib memenuhi standar mutu dan keselamatan. Pihaknya telah melakukan sejumlah langkah percepatan, mulai dari penerapan sistem kerja dua shift, penambahan alat berat, hingga penguatan tim fondasi dalam (bore pile).
Baca Juga
- Pangkas Biaya Logistik, Prabowo Minta Proyek Jalan Trans Papua Segera Dituntaskan
- Progres Trans Papua Jayapura-Wamena Sisakan 50 Km yang Belum Tersambung
- Konstruksi Jalan Trans Papua Ditarget Rampung Semester II/2026
"Kami memastikan setiap tahapan konstruksi memenuhi standar keselamatan dan kualitas. Kehadiran kami di lapangan adalah wujud komitmen bahwa proyek ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab," ujar Agung.
Hingga saat ini, proyek tersebut juga dilaporkan telah menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja lokal untuk berbagai pos pekerjaan sipil dan operasional lapangan.
HMTP menargetkan penyelesaian proyek tetap sesuai lini masa (timeline) guna menghadirkan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar koridor Trans Papua.
Sementara berdasarkan catatan Bisnis, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menargetkan konstruksi Jalan Trans Papua dapat rampung selambat-lambatnya pada semester II/2026.
"Insyaallah selesai itu 2026 ya. Karena kan KPBU-nya sudah ditandatangani, sudah tanda tangan tinggal follow-up [progresnya ke konsorsium yang mengerjakan]. Jadi, kita akan follow-up dengan pemilik KPBU itu saja sebenarnya," ujarnya dalam Konferensi Pers di Kementerian PU, Jumat (31/10/2025).



