REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polda Kalimantan Selatan mengerahkan 500 personel untuk mengamankan pelaksanaan haul ke-6 almarhum KH Ahmad Zuhdiannoor atau Guru Zuhdi. Acara yang digelar di Komplek Masjid Jami Sungai Jingah, Kota Banjarmasin, pada Sabtu (14/2) mendatang, diperkirakan akan dihadiri hingga satu juta jamaah.
Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menjelaskan bahwa pengamanan akan dimulai sejak H-1. Personel akan bertugas mengatur kedatangan hingga kepulangan jamaah, sekaligus melakukan rekayasa lalu lintas guna mencegah kemacetan menuju lokasi.
Baca Juga
BI Yakin Hilirisasi dan Diversifikasi Ekspor Jaga Transaksi Berjalan 2026
Armada Kapal Cepat Kendari‑Raha Dorong Ekonomi Sulawesi Tenggara
Kenali Tanda dan Gejala Gagal Ginjal
"Kami mengerahkan personel dalam jumlah besar mengingat estimasi jamaah yang hadir sangat banyak. Pengaturan arus dan keamanan akan dilakukan secara maksimal," ujar Yudha di Banjarmasin, Sabtu.
Tak hanya pengamanan, Polda Kalsel juga menyediakan fasilitas pendukung berupa kendaraan dapur lapangan dan unit pengolahan air bersih mobile untuk memastikan ketersediaan konsumsi bagi jamaah. Kapolda turut menyerahkan satu ekor sapi kepada panitia haul sebagai bentuk dukungan. Dukungan serupa juga diberikan oleh Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Cuncun Kurniadi dengan menyumbangkan satu ekor sapi tambahan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Guru Zuhdi, ulama besar yang dikenal santun dan menjadi teladan bagi masyarakat Kalimantan Selatan, wafat pada 2 Mei 2020 dalam usia 47 tahun. Kepergiannya hingga kini masih dirasakan sebagai kehilangan mendalam, terutama bagi jamaah yang kerap menghadiri pengajiannya di Masjid Jami Sungai Jingah dan berbagai majelis ilmu di wilayah Kalsel.