JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini keraguan lembaga pemeringkat Moody’s Investors Service (Moody’s) terhadap Indonesia bakal hilang usai melihat kinerja perekonomian nasional.
Diketahui, Lembaga pemeringkat kredit Moody’s Ratings menurunkan outlook peringkat utang Pemerintah Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil.
BACA JUGA:10 Promo Makanan dan Minuman Spesial Akhir Pekan, Sambut Valentine Ada Diskon HokBen, Gokana, hingga Chatime
BACA JUGA:XPENG Indonesia Pamerkan AI Canggih dan Visi Mobilitas Masa Depan di IIMS 2026
Ia menyampaikan, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,39 persen (year-on-year/yoy) pada kuartal IV-2025, menjadi yang tertinggi dibandingkan kuartal lain sepanjang 2025, meski di bawah target Purbaya sebesar 5,45 persen.
"Yang jelas kan ekonomi kita sudah berbalik arah. Lebih cepat dari sebelumnya. Kedepan akan membaik juga. Lebih bagus lagi, saya pikir. Pertumbuhannya akan lebih cepat. Nanti saya pikir pelan-pelan Moody's akan melihat apa yang terjadi di sin," katanya kepada wartawan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 6 Febuari 2026
Purbaya juga menilai tak akan ada masalah berkaitan dengan keraguan tersebut karena di sisi lain pemerintah patuh membayar utang.
BACA JUGA:Indobuildco Sebut Ada Ketidakadilan Hukum dalam Rencana Eksekusi Hotel Sultan
BACA JUGA:94 Bodypack Korban Longsor Pasirlangu Ditemukan SAR, Pencarian Berlanjut Adaptif di Tahap Pemulihan
"Lembaga pemeringkat itu sebetulnya menilai apakah kita mampu bayar utang atau mau bayar utang. Dua-duanya kita penuhi, jadi harusnya nggak ada masalah. Ini saya pikir hanya yang agak pendek saja ya," tegasnya.
Dalam hal ini Moody’s menyoroti Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan program Makan Bergisi Gratis (MBG).
"Itu yang akan saya lihat nanti. Jangan sampai ada pemborosan yang tidak terkontrol di sana. Itu mungkin juga khawatir di situ," katanya.




