Danantara Bangun Pabrik Bioetanol di Banyuwangi, Siap Kurangi Impor Rp233 Miliar 

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

Proyek ini merupakan bagian dari rencana pemerintah untuk mengerjakan 18 program hilirisasi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Danantara Bangun Pabrik Bioetanol di Banyuwangi, Siap Kurangi Impor Rp233 Miliar 

IDXChannel - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara resmi melakukan groundbreaking proyek hilirisasi untuk pembangunan pabrik bioetanol yang terintegrasi dengan sektor pertanian dan energi di Banyuwangi, Jawa Timur.

CEO Danantara, Rosan Roeslani mengatakan proyek ini merupakan bagian dari rencana pemerintah untuk mengerjakan 18 program hilirisasi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Baca Juga:
Ini Respons Danantara soal Moody’s Pangkas Outlook Utang BUMN Jadi Negatif

"Kita baru saja melakukan hal yang sangat penting, bukan hanya dari segi investasi, tapi juga dari segi penyerapan tenaga kerja dan segi pertumbuhan daerah dan nasional tentu akan berdampak positif," kata Rosan dikutip Sabtu (7/2/2026).

Dia menambahkan, program ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah terhadap perekonomian, baik dari sisi penciptaan lapangan kerja maupun peningkatan pendapatan negara.

Baca Juga:
Danantara Groundbreaking Enam Proyek Hilirisasi Senilai Rp118 Triliun

Sementara itu, Direktur Transformasi dan Kelanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono mengatakan, pembangunan pabrik bioetanol ini dibangun di atas lahan seluas 10 hektare.

Baca Juga:
Perkuat Industri Baja, Danantara Dorong Percepatan Transformasi Krakatau Steel (KRAS)

Pabrik ini akan mentransformasi molase sebagai by-product gula menjadi bioetanol dengan kapasitas produksi etanol mencapai 30 ribu kilo liter per tahun.

"Dengan pabrik bioetanol terintegrasi di Banyuwangi ini kolaborasi Pertamina Supporting New and Renewable Energy dan SGN akan menghasilkan 30.000 kiloliter etanol per tahun yang akan mendorong swasembada energi melalui perekonomian rakyat," katanya.

Agung menjelaskan, kehadiran pabrik ini akan diproyeksikan mampu menekan impor BBM senilai USD13,9 juta atau setara Rp233,52 miliar per tahun. Selain itu, kehadiran produk bio etanol ini juga mampu kurangi emisi tahunan hingga 66 ribu ton CO2 ekuivalen.

"Ini akan menekan impor BBM dan menekan emisi karbon. Melalui substitusi impor BBM senilai USD13,9 juta akan dicapai ketahanan energi dan melalui pengurangan emisi karbon senilai 66 juta ton CO2 ekuivalen akan dicapai keberlanjutan lingkungan," katanya. 

Nantinya, produk bio etanol yang diproduksi dari pabrik ini akan dikirim ke terminal BBM Pertamina untuk dilakukan blending sebelum disalurkan ke masyarakat melalui SPBU yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Melalui pabrik ini nantinya akan diperluas wilayah implementasinya dan ditingkatkan kandungan etanolnya sehingga akan seiring dengan negara-negara besar di dunia yang menggunakan etanol sebagai bahan bakar bersih," katanya.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jadwal Siaran Langsung Final Piala Asia Futsal 2026 Indonesia Vs Iran: Pelatih Jepang Jagokan Garuda
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Trump Gambarkan Obama sebagai Kera, Gedung Putih "Kebakaran Jenggot"
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jelang Bulan Suci, Prabowo Ajak Umat Berdoa Agar Indonesia Dijauhkan dari Perpecahan
• 5 jam lalusuara.com
thumb
Cerita Polisi soal Sulitnya Akses ke Lokasi Penjualan Balita di Suku Anak Dalam
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Cuaca Buruk Ganggu Persiapan Arema FC Jelang Hadapi Persija di SUGBK, Marcos Santos Blak-blakan Akui Persiapan Lebih Singkat
• 45 menit lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.