BEKASI, KOMPAS.com - NHW (33), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) Jakarta Timur menempati rumah kontrakan di Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi, selama sekitar dua tahun sebelum ditemukan meninggal dunia di lokasi tersebut.
Selama tinggal di lingkungan itu, korban dikenal sebagai sosok yang sopan, tertutup, dan jarang bergaul dengan warga sekitar.
Pemilik kontrakan, Slamet (62), mengatakan, NHW mulai menyewa kamar petak tersebut sejak pertengahan 2023, tak lama setelah kontrakan selesai dibangun.
“Sekitar dua tahunan. Orangnya baik, sopan, cuma enggak bergaul, memang pendiam,” ujar Slamet saat ditemui langsung di bengkel miliknya tidak jauh dari kontrakan, Sabtu (7/2/2026).
Menurut Slamet, meski terlihat tertutup, NHW memiliki sejumlah teman dari komunitas olahraga. Korban diketahui gemar berlari dan rutin mengikuti kegiatan lari jarak 5 kilometer maupun 10 kilometer, serta kerap pergi ke pusat kebugaran.
“Temannya banyak, mungkin teman-teman lari. Dia juga suka nge-gym,” kata Slamet.
Slamet juga tahu NHW bekerja di rumah sakit. Kata Slamet, ia selalu meminta data administrasi penyewa, termasuk milik NHW.
KOMPAS.com/LIDIA PRATAMA Garis polisi melintang rapat menyegel pintu masuk rumah kontrakan yang menjadi lokasi kejadian di Jatiwaringin, Bekasi, Sabtu (7/2/2026).
Selama tinggal di kontrakan, Slamet pun tidak pernah melihat korban membawa pasangan.
“Kalau cewek enggak pernah kelihatan,” ucap Slamet.
Slamet juga mengaku jarang berinteraksi dengan NHW.
“Kalau ada paket, dia ambil ke sini (bengkel) Jadi sering interaksi,” kata Slamet.
Adapun kontrakan yang disewa NHW berupa satu petak berukuran sekitar 3x9 meter, lengkap dengan kamar mandi di dalam. Biaya sewa sebesar Rp 800.000 per bulan.
Slamet menyebut terakhir kali melihat NHW sekitar sepekan sebelum jasadnya ditemukan.
“Terakhir ketemu kira-kira dua minggu kemarin. Saya pulang malam, dia keluar, katanya mau cari makan,” ujarnya.