Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memberantas korupsi dan menghapus kemiskinan dari Indonesia.
Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Pengukuhan dan Ta’aruf Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Masa Bakti 2025–2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu, 7 Februari 2026.
Kepala Negara menyebut persatuan seluruh elemen bangsa, termasuk ulama dan umara, menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan besar tersebut.
Ia menilai Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah besar, terutama dalam memastikan kekayaan negara dapat dikelola secara adil dan berpihak kepada rakyat.
“Kita harus bersama-sama berani bertekad untuk menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia,” kata Presiden Prabowo, Sabtu, 7 Februari 2026.
Menurut Presiden Prabowo, Indonesia dianugerahi kekayaan alam yang sangat besar. Namun, tantangan terbesarnya adalah menjaga dan mengelola kekayaan tersebut agar tidak disalahgunakan oleh segelintir pihak.
“Masalahnya adalah apakah kita mampu menjaga dan mengelola kekayaan itu, dan apakah kita berani menghadapi kesulitan serta mengakui kelemahan yang masih kita miliki,” ujar Presiden Prabowo.
Dalam konteks tersebut, Presiden Prabowo menegaskan pemberantasan korupsi menjadi syarat mutlak untuk mewujudkan keadilan sosial dan pengentasan kemiskinan.
Ia mengakui upaya penegakan hukum bukan perkara mudah karena selalu mendapat perlawanan dari kelompok-kelompok yang selama ini diuntungkan oleh praktik korupsi.
“Tiap kali kita mau menegakkan hukum dan keadilan, selalu ada kelompok koruptor yang menyerang balik dan mencoba mengadu domba masyarakat,” ucap Presiden Prabowo.
Meski demikian, Presiden Prabowo memastikan dirinya tidak akan mundur dalam menjalankan amanat konstitusi.
Ia menegaskan telah disumpah di hadapan rakyat untuk menegakkan hukum dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.
“Saya tidak akan ragu-ragu dan tidak akan mundur setapak pun,” tutur Presiden Prabowo.
Prabowo juga mengapresiasi peran MUI yang dinilainya konsisten hadir di tengah masyarakat, termasuk saat bangsa menghadapi krisis dan bencana.
Ia menyebut dukungan moral dari ulama menjadi sumber keberanian bagi pemerintah dalam menjalankan agenda penegakan hukum dan keadilan.
“Ulama dan umara yang bersatu akan mampu menegakkan keadilan di bumi Indonesia,” tutur Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo mengutip Surah Ar-Ra’d ayat 11, yakni Allah SWT tidak mengubah keadaan suatu kaum (nasib/kondisi sosial) kecuali mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri (sikap, mental, usaha) sebagai pengingat bahwa perubahan hanya dapat terjadi jika bangsa Indonesia mau mengubah dirinya sendiri.
Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk menyingkirkan kecurigaan, perpecahan, dan kebencian demi keselamatan bangsa.
“Keselamatan bangsa hanya bisa kita capai kalau kita bersatu,” kata Presiden Prabowo.
Editor: Redaktur TVRINews




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5494265/original/054745600_1770282460-Bhayangkara_FC_vs_Borneo_FC.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5495712/original/054546700_1770398958-WhatsApp_Image_2026-02-06_at_23.38.31.jpeg)