2.189 Narapidana High Risk Dipindahkan ke Lapas Nusakambangan

mediaindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita

DIREKTORAT Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) memindahkan sebanyak 2.189 warga binaan kategori risiko tinggi (high risk) ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. 

Langkah ini diambil untuk memutus mata rantai peredaran gelap narkotika dan penggunaan ponsel ilegal di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) maupun Rumah Tahanan (Rutan).

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan instruksi langsung dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bebas dari narkoba. 

Baca juga : Ditjenpas Pindahkan Puluhan Napi High Risk wilayah Lampung ke Nusakambangan

"Zero Narkoba adalah harga mati. Pemindahan warga binaan high risk ke Nusakambangan adalah salah satu langkah strategis untuk mewujudkannya," kata Mashudi dalam keterangannya, Sabtu (7/2).

Dalam kurun waktu satu pekan terakhir, tercatat 241 narapidana telah digeser ke pulau penjara tersebut. Gelombang pemindahan diawali dari wilayah Jawa Tengah pada awal Februari, disusul pemindahan besar-besaran dari wilayah Jakarta pada Jumat (6/2) malam.

Rincian narapidana yang dipindahkan dari Jakarta mencakup 54 orang dari Lapas Cipinang, 50 orang dari Lapas Narkotika Cipinang, 52 orang dari Lapas Salemba, 36 orang dari Rutan Cipinang, dan 28 orang dari Rutan Salemba.

Baca juga : Ammar Zoni Dipindahkan ke Nusakambangan

Para narapidana tersebut ditempatkan di Lapas dengan tingkat keamanan Super Maximum dan Maximum Security. Mashudi menjelaskan bahwa penempatan ini bertujuan ganda, yakni memastikan lapas asal bersih dari gangguan keamanan, serta mendorong perubahan perilaku warga binaan melalui pengamanan ketat.

"Setelah enam bulan, akan dilakukan asesmen untuk melihat tingkat perubahan perilaku. Jika menunjukkan progres positif, ada kemungkinan mereka dipindahkan ke level pengamanan yang lebih rendah," jelasnya.

Proses pemindahan ini dilakukan dengan pengawalan ketat dari Direktorat Pengamanan Intelijen, Direktorat Kepatuhan Internal, jajaran wilayah Ditjenpas, serta dukungan penuh dari Kepolisian di wilayah Jawa Tengah dan Jakarta guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif. (H-4)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hector Souto Vazquez dan Kebangkitan Futsal Indonesia: Datang Tanpa Sorak, Bergerak Cetak Sejarah
• 9 jam lalubola.com
thumb
Hujan masih akan guyur Jakarta Sabtu ini
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Jokowi Ngebet Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Golkar
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
MUI Gelar Pengukuhan Pengurus 2025-2030, Dihadiri 58 Ribu Jemaah
• 3 jam laludetik.com
thumb
Pria yang Tendang Kucing Sampai Mati di Blora Jadi Tersangka
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.