Jakarta (ANTARA) - Perusahaan modal ventura di bawah Telkom Group, MDI Ventures, memfokuskan strategi bisnisnya pada optimalisasi nilai portofolio melalui penguatan sinergi startup, Telkom Group dan ekosistem badan usaha milik negara (BUMN).
Dalam kerangka tersebut, MDI memosisikan diri sebagai penghubung antara inovasi yang dikembangkan startup dan kebutuhan enterprise, sehingga kolaborasi dapat berlangsung lebih terstruktur, relevan, dan siap dieksekusi.
"Salah satu tantangan terbesar ketika startup bekerja sama dengan enterprise atau BUMN adalah memastikan sejak awal bahwa solusinya benar-benar menjawab kebutuhan bisnis dan bisa dieksekusi," ungkap Direktur MDI Ventures Roby Roediyanto dalam keterangan tertulis pada Sabtu.
Ia menambahkan, fokus sinergi tersebut diukur melalui penciptaan nilai konkret, seperti pilot project yang berlanjut ke tahap implementasi, terbentuknya jalur go-to-market yang jelas, atau kolaborasi yang dapat diperluas lintas entitas.
Baca juga: Perusahaan modal ventura perkuat sistem anti-penyuapan dalam ekosistem startup
"MDI membantu mencocokkan kebutuhan enterprise dengan solusi portofolio yang paling relevan, lalu bekerja dengan kedua pihak agar prosesnya bergerak dari diskusi ke implementasi dan go-to-market," kata Roby.
Salah satu wujud konkret dari pendekatan tersebut adalah sinergi antara Digiserve by Telkom Indonesia dan perusahaan portofolio MDI Ventures di bidang keamanan siber, Cyfirma.
Kapabilitas Cyber Threat Intelligence (CTI) milik Cyfirma kini terintegrasi ke dalam portofolio Telkom Solution. Integrasi itu memungkinkan pelanggan enterprise tidak hanya melihat potensi ancaman siber, tetapi juga memahami tingkat risikonya serta mengambil langkah pencegahan secara lebih dini.
Dengan dukungan teknologi Cyfirma yang dipadukan dengan kekuatan go-to-market Digiserve dan Telkom Solution, solusi keamanan siber ini dinilai lebih siap menjawab kebutuhan enterprise secara cepat dan terukur.
Di sisi lain, MDI Ventures menegaskan bahwa trust atau kepercayaan menjadi fondasi utama agar penciptaan nilai dapat dilakukan secara konsisten.
Baca juga: Garuda Spark jadi mesin pemulihan startup di tengah tahun sulit
Bagi corporate venture capital (CVC) seperti MDI, penerapan tata kelola dan transparansi menjadi krusial untuk menjaga kredibilitas proses investasi dan kemitraan. Hal ini terutama penting mengingat interaksi antarpemangku kepentingan, mulai dari founder, mitra korporasi, investor, hingga vendor dapat berlangsung cepat dan intensif.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dan kepercayaan tersebut, MDI Ventures bersama Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (AMVESINDO) menyelenggarakan Synergy Innovation Week yang menjadi wadah kolaborasi antara startup portofolio MDI, Telkom Group, dan berbagai entitas BUMN, sekaligus ruang diskusi strategis bersama OJK, Jamdatun, Bappenas, dan Komdigi.
"Target kami bukan hanya menghasilkan sinergi sekali, tapi membangun cara kerja yang bisa diulang dan diperluas," jelas Roby.
"Karena itu, kami mengawal prosesnya dari identifikasi hingga kerja sama terjadi dan memberi dampak, sambil menjaga integritas melalui tata kelola yang konsisten, agar kolaborasi yang berhasil bisa diulang dan diperluas hingga jangka panjang," pungkas dia.
Baca juga: Telkom tekankan inovasi demi bangun ekosistem digital nasional
Baca juga: Impact Report 2025 ungkap 8 startup dengan manfaat sosial tinggi
Dalam kerangka tersebut, MDI memosisikan diri sebagai penghubung antara inovasi yang dikembangkan startup dan kebutuhan enterprise, sehingga kolaborasi dapat berlangsung lebih terstruktur, relevan, dan siap dieksekusi.
"Salah satu tantangan terbesar ketika startup bekerja sama dengan enterprise atau BUMN adalah memastikan sejak awal bahwa solusinya benar-benar menjawab kebutuhan bisnis dan bisa dieksekusi," ungkap Direktur MDI Ventures Roby Roediyanto dalam keterangan tertulis pada Sabtu.
Ia menambahkan, fokus sinergi tersebut diukur melalui penciptaan nilai konkret, seperti pilot project yang berlanjut ke tahap implementasi, terbentuknya jalur go-to-market yang jelas, atau kolaborasi yang dapat diperluas lintas entitas.
Baca juga: Perusahaan modal ventura perkuat sistem anti-penyuapan dalam ekosistem startup
"MDI membantu mencocokkan kebutuhan enterprise dengan solusi portofolio yang paling relevan, lalu bekerja dengan kedua pihak agar prosesnya bergerak dari diskusi ke implementasi dan go-to-market," kata Roby.
Salah satu wujud konkret dari pendekatan tersebut adalah sinergi antara Digiserve by Telkom Indonesia dan perusahaan portofolio MDI Ventures di bidang keamanan siber, Cyfirma.
Kapabilitas Cyber Threat Intelligence (CTI) milik Cyfirma kini terintegrasi ke dalam portofolio Telkom Solution. Integrasi itu memungkinkan pelanggan enterprise tidak hanya melihat potensi ancaman siber, tetapi juga memahami tingkat risikonya serta mengambil langkah pencegahan secara lebih dini.
Dengan dukungan teknologi Cyfirma yang dipadukan dengan kekuatan go-to-market Digiserve dan Telkom Solution, solusi keamanan siber ini dinilai lebih siap menjawab kebutuhan enterprise secara cepat dan terukur.
Di sisi lain, MDI Ventures menegaskan bahwa trust atau kepercayaan menjadi fondasi utama agar penciptaan nilai dapat dilakukan secara konsisten.
Baca juga: Garuda Spark jadi mesin pemulihan startup di tengah tahun sulit
Bagi corporate venture capital (CVC) seperti MDI, penerapan tata kelola dan transparansi menjadi krusial untuk menjaga kredibilitas proses investasi dan kemitraan. Hal ini terutama penting mengingat interaksi antarpemangku kepentingan, mulai dari founder, mitra korporasi, investor, hingga vendor dapat berlangsung cepat dan intensif.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dan kepercayaan tersebut, MDI Ventures bersama Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (AMVESINDO) menyelenggarakan Synergy Innovation Week yang menjadi wadah kolaborasi antara startup portofolio MDI, Telkom Group, dan berbagai entitas BUMN, sekaligus ruang diskusi strategis bersama OJK, Jamdatun, Bappenas, dan Komdigi.
"Target kami bukan hanya menghasilkan sinergi sekali, tapi membangun cara kerja yang bisa diulang dan diperluas," jelas Roby.
"Karena itu, kami mengawal prosesnya dari identifikasi hingga kerja sama terjadi dan memberi dampak, sambil menjaga integritas melalui tata kelola yang konsisten, agar kolaborasi yang berhasil bisa diulang dan diperluas hingga jangka panjang," pungkas dia.
Baca juga: Telkom tekankan inovasi demi bangun ekosistem digital nasional
Baca juga: Impact Report 2025 ungkap 8 startup dengan manfaat sosial tinggi





