Bisnis.com, JAKARTA — PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF) atau Adira Finance mencatat penyaluran pembiayaan multiguna atau Solusi Dana mencapai sekitar Rp12 triliun hingga Desember 2025.
Chief of Financial Officer (CFO) Adira Finance Sylvanus Gani menjelaskan nilai itu berkontribusi sekitar 29% dari total pembiayaan perusahaan. Oleh sebab itu, Adira Finance melihat prospek pembiayaan multiguna tetap positif, terutama pada periode Ramadan.
“Hal ini didorong oleh permintaan yang cenderung meningkat seiring bertambahnya kebutuhan masyarakat, baik untuk konsumsi, belanja kebutuhan Ramadan, biaya mudik, maupun keperluan lainnya,” katanya kepada Bisnis, Jumat (6/2/2026) malam.
Untuk menangkap peluang tersebut, perusahaan akan mengoptimalkan program promosi dan kampanye pemasaran guna meningkatkan awareness serta pemanfaatan produk pembiayaan multiguna di masyarakat.
Pada saat yang sama, lanjut Gani, perusahaan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan melalui penerapan manajemen risiko dan seleksi kredit yang prudent.
“Sehingga pertumbuhan pembiayaan dapat berjalan seimbang dengan terjaganya kualitas pembiayaan,” tegasnya.
Sebagai informasi, perusahaan yang didirikan pada 1990 ini membidik pertumbuhan penyaluran pembiayaan baru sebesar 10%—12% pada 2026, meskipun industri otomotif terkhusus kendaraan roda empat masih dalam tahap pemulihan. Gani menyampaikan bahwa pertumbuhan pembiayaan Adira Finance pada tahun lalu atau 2025 sebesar 18%.
Menurutnya, pertumbuhan itu dipengaruhi oleh faktor bergabungnya atau merger PT Mandala Multifinance dan juga diiringi oleh pertumbuhan pembiayaan non-otomotif yang digarap oleh perusahaan.
“Tahun lalu pertumbuhan pembiayaan Adira Finance itu 18% karena kami sudah ada bergabungnya Mandala Finance. Pertumbuhan ini kuat karena pertumbuhan yang non-otomotifnya Adira Finance, karena juga termasuk kombinasi dari penggabungan usaha tumbuhnya 33%,” katanya dalam acara Coffee Morning Adira Menuju IIMS 2026, di Jakarta, Minggu (1/2/2026).





