CILEGON, DISWAY.ID– Rencana pengiriman sampah ke fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPAS Cilowong, Kota Serang, membawa konsekuensi logistik bagi Pemerintah Kota Cilegon.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon menyatakan perlunya penguatan armada guna mengimbangi beban angkut sampah yang mencapai ratusan ton setiap harinya.
Kepala DLH Kota Cilegon, Sabri Mahyudin, mengungkapkan bahwa saat ini ketersediaan kendaraan pengangkut masih jauh dari ideal untuk melayani target pengiriman ke PSEL.
BACA JUGA:Hari Tumpek Uye: Bimas Hindu Kemenag Tanam 14.580 Pohon dan Lepas Ribuan Burung
Saat ini, DLH Kota Cilegon hanya diperkuat oleh 23 unit armada, yang terdiri dari 18 unit arm roll, dan 5 unit kendaraan pendukung lainnya.
Jumlah ini dinilai tidak akan mampu mengakomodasi volume sampah sebesar 300 ton per hari yang direncanakan masuk ke fasilitas PSEL.
“Untuk mengangkut sekitar 300 ton sampah per hari ke PSEL, kita masih membutuhkan tambahan sekitar 25 unit dump truk,” ujar Sabri, Jumat (6/2/2026).
Sabri menegaskan bahwa penyediaan armada dan biaya logistik sepenuhnya merupakan tanggung jawab pemerintah daerah.
Program PSEL yang dikelola oleh Danantara hanya berfokus pada proses pengolahan di lokasi tujuan, bukan pada distribusi.
BACA JUGA:Dirut Bulog dan Menko Pangan Melaunching Serapan Gabah di Maros Sulsel, Topang Target 4 Juta Ton Setara Beras 2026
"PSEL dilaksanakan oleh Danantara. Daerah wajib menyiapkan kendaraan serta biaya operasional pengangkutan, termasuk anggaran BBM," tambahnya.
Selain pengadaan kendaraan, DLH Cilegon kini tengah melakukan perhitungan matang terkait beberapa aspek krusial sebelum PSEL resmi beroperasi, di antaranya:
- Kesiapan SDM: Penambahan personel lapangan untuk operasional truk tambahan.
- Anggaran Operasional: Penyesuaian biaya perawatan kendaraan dan bahan bakar harian.
- Manajemen Rute: Optimalisasi jadwal pengangkutan dari titik kumpul menuju TPAS Cilowong agar lebih efisien.
Keterbatasan armada menjadi salah satu faktor kunci yang harus segera diselesaikan agar transisi pengelolaan sampah menuju energi listrik ini berjalan tanpa hambatan teknis di lapangan.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478690/original/028665600_1768911612-Mensesneg_Hutan.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5495712/original/054546700_1770398958-WhatsApp_Image_2026-02-06_at_23.38.31.jpeg)

