Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Dorongan pertumbuhan ekonomi melalui komoditas unggulan, digitalisasi pembayaran, dan integrasi ekonomi regional
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menargetkan peningkatan ekspor dan perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) ke negara-negara anggota APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation) sebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Menurutnya, negara-negara APEC menjadi tujuan sekitar 70 persen ekspor Indonesia, sehingga peran Indonesia dalam menjaga kelancaran kerja sama APEC menjadi sangat penting.
“Indonesia membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang kuat, dan dengan negara-negara APEC ini, kita bisa meningkatkan ekspor kita,” ujar Airlangga disela-sela Opening Ceremony Dewan Penasihat Bisnis APEC (ABAC) Meeting I 2026 di Jakarta, Sabtu, 7 Februari 2026.
Ia menambahkan, Amerika Serikat dan China merupakan pasar strategis yang harus dimanfaatkan Indonesia secara optimal.
Adapun komoditas ekspor unggulan Indonesia meliputi logam, kelapa sawit, produk industri padat karya seperti tekstil, furnitur, pakaian, dan alas kaki, serta produk agrikultur seperti udang.
Selain itu, Airlangga menekankan pentingnya digitalisasi pembayaran dengan memperluas QRIS ke negara-negara APEC.
“Digitalisasi pembayaran untuk Indonesia sudah masuk Korea, Jepang, dan Timur Tengah. Dengan negara-negara APEC lainnya, tentu kami akan dorong,” jelasnya.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Sekretariat Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), Eduardo Pedrosa, menekankan penguatan integrasi ekonomi regional sebagai salah satu prioritas APEC 2026, dengan China sebagai tuan rumah.
Pedrosa menambahkan, peran dunia usaha penting dalam mendukung diskusi tingkat menteri maupun pemimpin APEC, terutama terkait Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP) serta Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP).
Editor: Redaktur TVRINews




