Kepala DPP MUI Bidang Penanggulangan Bencana, Nusron Wahid, menegaskan bahwa penanganan bencana dan pembangunan nasional harus berlandaskan prinsip memanusiakan manusia. Hal itu ia sampaikan dengan mengutip pemikiran ekonom senior Profesor Doktor Soemitro Djojohadikoesoemo yang juga merupakan ayah dari Presiden Prabowo Subianto.
Nusron menyebut sejarah bangsa Indonesia menunjukkan bahwa setiap bencana selalu menjadi panggilan bagi negara dan rakyat untuk bergotong royong. Ia mengatakan pendekatan penanganan bencana saat ini perlu dilakukan secara lebih manusiawi, partisipatif, dan berkeadilan.
Pendekatan ini sejalan dengan pemikiran Profesor Doktor Soemitro Djojohadikoesoemo sebagaimana diuraikan dalam karyanya ‘Perkembangan Pemikiran Ekonomi’, yang menegaskan bahwa pembangunan sejati harus memanusiakan manusia, serta bahwa negara bertanggung jawab melindungi rakyat," kata dia dalam sambutannya pada pengukuhan pengurus MUI di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2).
"Terutama mereka yang paling rentan agar mampu bangkit secara bermartabat dalam setiap musibah," sambungnya.
Dalam konteks kekinian, Nusron menyampaikan apresiasi kepada kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya terus memperkuat kehadiran negara dalam penanganan bencana dan menempatkan keselamatan rakyat sebagai prioritas utama.
"Kita semua berterima kasih kepada kepemimpinan Bapak Haji Prabowo Subianto. Pemerintah terus memperkuat kehadiran negara, meningkatkan kesiapsiagaan dan penanganan bencana, serta menempatkan keselamatan rakyat sebagai prioritas utama," ucap Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) itu.
Menurut Nusron, komitmen Prabowo tercermin langsung dari kehadirannya pada kegiatan ini. Hadir pula jajaran menteri, TNI-Polri di lokasi.





