FAJAR, RIYADH – Hubungan antara Cristiano Ronaldo dan Al-Nassr dilaporkan telah mencapai titik nadir. Bukan cuma mogok main, sang megabintang itu juga mengancam pergi dari Al-Nassr.
Kini kapten Timnas Portugal itu dikabarkan telah melayangkan ultimatum keras kepada manajemen klub. Dia siap angkat kaki dari Arab Saudi jika ambisinya terkait penguatan skuad tidak segera direalisasikan.
Ketidakhadiran Ronaldo dalam dua laga krusial melawan Al-Riyadh (2/2) dan Al-Ittihad (6/2) menjadi sinyal kuat bahwa friksi di internal klub kian meruncing.
Meski sudah mengemas 111 gol dari 127 laga sejak bergabung awal 2023, CR7 tampaknya mulai kehilangan kesabaran terhadap prestasi klub yang masih minim gelar besar.
Kekecewaan Ronaldo memuncak pada bursa transfer Januari 2026. Ia merasa Al-Nassr dianaktirikan dalam hal dukungan finansial jika dibandingkan dengan rival utama mereka, Al-Hilal, yang sukses mendaratkan Karim Benzema.
Melansir laporan Football365, Ronaldo kini disebut siap mengambil langkah ekstrem. Ia diklaim memiliki klausul pelepasan senilai 50 juta Euro dalam kontraknya.
Jika tuntutannya tidak dipenuhi, opsi untuk melanjutkan karier di Liga Turki pada musim panas mendatang mulai menjadi pembicaraan serius di kalangan agen sang pemain.
Pernyataan Tegas Liga Pro Saudi
Menanggapi gejolak ini, pihak Liga Pro Saudi akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi yang bernada tegas. Mereka menekankan bahwa sistem liga didesain untuk kemandirian setiap klub, tanpa adanya intervensi dari individu tertentu, sebesar apa pun nama mereka.
“Liga Pro Saudi disusun berdasarkan prinsip sederhana: setiap klub beroperasi secara independen di bawah aturan yang sama,” ujar seorang juru bicara liga.
“Setiap klub memiliki dewan pengurus, eksekutif, dan kepemimpinan sepak bola sendiri. Keputusan mengenai perekrutan, pengeluaran, dan strategi berada di tangan klub-klub tersebut… Kerangka kerja tersebut berlaku sama di seluruh liga.”
Otoritas liga juga secara spesifik menyinggung status Ronaldo yang dianggap mencoba memengaruhi kebijakan di luar koridor pemain.
“Cristiano telah sepenuhnya terlibat dengan Al-Nassr sejak kedatangannya dan telah memainkan peran penting dalam pertumbuhan dan ambisi klub. Seperti halnya pesaing elite lainnya, dia ingin menang. Tetapi tidak ada individu—betapapun pentingnya–yang menentukan keputusan di luar klubnya sendiri.”
Persaingan Gelar
Pihak liga membantah adanya ketimpangan dukungan finansial. Mereka merujuk pada ketatnya poin di papan atas sebagai bukti bahwa sistem kompetisi berjalan adil dan seimbang.
“Aktivitas transfer baru-baru ini menunjukkan kemandirian dengan jelas. Satu klub memperkuat diri dengan cara tertentu. Klub lain memilih pendekatan yang berbeda. Itu adalah keputusan klub… Daya saing liga berbicara sendiri. Dengan hanya beberapa poin yang memisahkan empat tim teratas, persaingan perebutan gelar sangat ketat.”
“Fokus tetap pada sepak bola—di lapangan, tempat seharusnya—dan pada menjaga kompetisi yang kredibel dan kompetitif bagi para pemain dan penggemar,” tegas juru bicara tersebut.
Dilema Tahun Piala Dunia
Bagi Ronaldo, mogok main dalam jangka waktu lama sebenarnya sangat berisiko, mengingat tahun 2026 adalah tahun Piala Dunia. Ia membutuhkan menit bermain reguler untuk menjaga kebugaran demi satu tarian terakhir bersama Portugal.
Namun, rasa ketidakadilan karena melihat rival memperkuat skuad dengan pemain bintang tampaknya menjadi luka yang sulit disembuhkan.
Kini, manajemen Al-Nassr berada di persimpangan jalan: tunduk pada tuntutan sang ikon atau bersiap kehilangan magnet utama mereka ke tanah Eropa. (*)


