Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov menyalahkan Ukraina atas penembakan yang melukai seorang jenderal militer berpangkat tinggi di area ibu kota Moskow. Lavrov menuduh Kyiv berusaha menggagalkan perundingan yang sedang berlangsung, untuk mengakhiri perang antara kedua negara.
Letnan Jenderal Vladimir Alekseyev, yang menjabat sebagai wakil kepala intelijen militer Rusia, GRU, ditembak oleh seseorang tak dikenal di dalam sebuah gedung apartemen di area Moskow pada Jumat (6/2) pagi waktu setempat. Alekseyev mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit, namun kondisinya tidak diketahui secara jelas.
Komite Investigasi Rusia, yang menyelidiki tindak kejahatan besar di negara tersebut, mengatakan bahwa "seseorang yang tidak dikenal melepaskan beberapa tembakan" ke arah Alekseyev, sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian.
Belum ada tersangka yang ditangkap terkait penembakan ini. Motifnya juga belum diketahui secara jelas, meskipun Moskow mencurigai Kyiv sebagai dalangnya.
Dalam komentar yang disiarkan televisi lokal Rusia, seperti dilansir AFP, Sabtu (7/2/2026), Lavrov secara terang-terangan menuduh Ukraina berada di balik apa yang disebutnya sebagai "aksi teroris" tersebut.
Dia menyebut Kyiv memiliki tujuan untuk "mengganggu proses negosiasi" yang bertujuan untuk mengakhiri perang yang berkecamuk empat tahun terakhir.
Alekseyev juga menjadi wakil negosiator utama Rusia dalam pembicaraan trilateral dengan Ukraina dan Amerika Serikat (AS), yang putaran terbarunya berakhir pada Kamis (5/2) waktu setempat di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
Sejauh ini, belum ada komentar dari Ukraina mengenai penembakan itu. Sebelumnya, Kyiv mengklaim bertanggung jawab atas kematian sejumlah jenderal dan pejabat militer Rusia sejak invasi dilancarkan oleh Moskow pada Februari 2022.
(nvc/dhn)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5307153/original/098770300_1754459746-1000192530.jpg)



