PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat pertumbuhan penggunaan Pocket Rupiah sebagai fitur pengelolaan keuangan yang signifikan sejak diluncurkan pada Desember 2025.
SVP Transaction Banking Product Development BCA, Fera Agustina, menyatakan fitur Pocket Rupiah telah dimanfaatkan 40.000 nasabah dengan total 70.000 kantong dana.
“Dari bulan Desember (2025) sampai dengan saat ini, baru, kan, mungkin sekitar satu bulan lebih, ya, itu penggunanya kita sudah sekitar 40.000 orang yang buka pocket, tapi jumlah pocket-nya sendiri lumayan sekitar 70.000,” kata Fera dalam sesi talkshow di BCA Expoversary 2026, ICE BSD, Tangerang Selatan, Sabtu (7/2).
Ia menjelaskan, Pocket Rupiah memiliki keunggulan Money Lock, yaitu fitur kunci uang yang dapat dilakukan melalui aplikasi myBCA. Saat pocket tersebut dikunci, dana tidak bisa ditarik atau digunakan.
“Supaya ini tidak mengurangi kefomoan atau keimpulsifan kalau ada barang yang menarik kemudian dipecahin gitu, ya. Money Lock tuh maksudnya apa sih? Pocket-nya itu atau kantongnya itu dikunci,” jelas Fera.
Untuk membuka kembali pocket tersebut, prosesnya sengaja dibuat lebih ketat demi mendorong kebiasaan menabung. “Kalau dia buka dia harus pergi ke ATM kita atau ke cabang BCA,” lanjutnya.
Sementara itu, layanan MyBCA di smartwatch telah dimanfaatkan sekitar 90.000 nasabah sejak pertama kali diperkenalkan pada November 2025. Fera menilai, tingkat adopsi tersebut menunjukkan adanya pergeseran perilaku nasabah yang kian akrab dan nyaman menggunakan layanan perbankan berbasis perangkat wearable.
“Kita launching MyBCA on smartwatch sekitar bulan November. So far sih dari beberapa bulan kita launch, dari bulan November, minat masyarakat cukup bagus, ya. Sampai sekarang ini mungkin sekitar 90.000 nasabah sudah pakai layanan untuk MyBCA smartwatch ini,” sebut Fera.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/1126367/original/051295600_1454056697-8.jpg)