Jawab Kekhawatiran Petani, Raja Juli Bantah Kabar Pemerintah akan Sita Lahan Tambak

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, BULUNGAN - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyebut kabar petani tambak akan kehilangan lahan jika menanam mangrove menjadi isu bohong atau hoaks.

Hal itu disampaikan Raja Juli saat berdialog dengan kelompok tani tambak di Desa Liagu, Kecamatan Sekatak, Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), Sabtu (7/2).

BACA JUGA: Menhut Raja Juli: Perlindungan Lahan Basah Perlu Libatkan Pengetahuan Tradisional

Dalam dialog, sejumlah petani menyampaikan kekhawatiran masyarakat bahwa pemerintah akan mengambil alih tambak setelah mangrove tumbuh besar.

"Itu hoaks, fitnah, dan hasutan yang tidak benar,” kata dia dalam dialog seperti dalam keterangan persnya, Sabtu (7/2).

BACA JUGA: Tampil di Forum London, Menhut Raja Juli Ungkap Komitmen Prabowo Lindungi Gajah Sumatra

Raja Juli menuturkan pemerintah saat ini berupaya memastikan masyarakat memiliki kepastian hukum atas lahan yang mereka kelola.

Eks Wakil Kepala Otorita IKN itu membagikan pengalaman saat menjabat sebagai Wakil Menteri ATR/BPN.

BACA JUGA: Ribuan Batang Mangrove Ilegal Hendak Dijual ke Singapura, 6 Pelaku Ditangkap Polisi

Raja Juli mengatakan Kementerian ATR/BPN malah memiliki program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang bertujuan memberikan sertifikat tanah kepada masyarakat secara massal.

Dia mengatakan Kemenhut akan berkoordinasi dengan gubernur untuk mengidentifikasi tambak belum ada sertifikat agar didorong memiliki. 

"Kami identifikasi tambak-tambak yang belum disertifikat, yang sudah mengajukan, tetapi belum keluar, atau yang sertifikatnya sudah terbit tapi belum diambil,” kata Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu.

Raja Juli menegaskan pentingnya sertifikat sebagai perlindungan hukum bagi petani. Tanpa kepastian legal, ada risiko lahan diambil pihak lain.

“Kalau khawatir pemerintah mengambil, yang bisa terjadi justru sebaliknya, bisa saja orang lain yang mengambil karena mereka punya sertifikat. Jadi kuasai secara fisik lahannya, gunakan tambak dengan baik, dan urus sertifikatnya,” tegasnya.

Dalam dialog, seorang petani bernama Herman menyebutkan dirinya mengalami keuntungan untuk tambak dengan menanam mangrove.

Raja Juli mengatakan praktik menanam mangrove di area tambak bisa menjadi contoh baik (best practice) yang memberi manfaat nyata bagi petani. 

"Kalau tambak tidak ada mangrovenya, lama-kelamaan proses lingkungan hidup tidak berjalan optimal, tidak bisa menyerap karbon dan sebagainya, sehingga hasil tambak bisa menurun,” kata dia.

Pada acara ini, Menhut Raja Antoni melakukan penanama mangrove dalam rangka peringatan hari lahan basah sedunia. 

Penanaman dilakukan bersama dengan masyarakat, Head of Development Cooperation and Counsellor, Embassy of Canada to Indonesia Ms. Alice Birnbaum, Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang dan jajaran Kementerian Kehutanan. (ast/jpnn)


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kuasa Hukum Kerry: Pertamina Untung US$ 524 Juta dalam 10 Tahun dari Sewa Terminal BBM PT OTM
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
AFC Bahas Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Menuju Final Piala Asia, Klaim Pengaruh Suporter Garuda
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Purbaya: Katanya Pejabat Indonesia Bisa Disogok, Saya Buktikan Tidak Bisa
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Rayakan HUT ke-18 Partai Secara Sederhana, Sejumlah Elite Gerindra Mulai Berdatangan ke Kertanegara
• 23 jam lalusuara.com
thumb
Teddy Pardiyana Bicara Hak Waris Lina Jubaedah, Tegaskan Tak Singgung Objek Warisan
• 11 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.