Kolonel Angkatan Udara Yunani Ditangkap, Diduga Membocorkan Rahasia NATO kepada Tiongkok

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Pihak Yunani baru-baru ini mengumumkan sebuah kasus internal militer yang menarik perhatian luas. Markas Besar Pertahanan Nasional Yunani (GEETHA) pada 5 Februari menyatakan bahwa Kementerian Pertahanan telah menangkap seorang prajurit aktif karena diduga membocorkan informasi militer yang sangat sensitif kepada “pihak ketiga”, tindakan yang berpotensi merugikan kepentingan nasional.

Menurut pengumuman resmi militer Yunani, operasi penangkapan dilakukan pada pagi hari itu di dalam kawasan militer terbatas. Tindakan ini dipimpin oleh otoritas peradilan militer, dilakukan dengan koordinasi bersama lembaga dari beberapa negara, dan sepenuhnya berada di bawah pengawasan kejaksaan. 

Pihak militer menyatakan telah ditemukan indikasi kuat bahwa perwira tersebut melanggar hukum pidana militer dengan secara ilegal mengumpulkan dan menyebarkan informasi rahasia yang berkaitan erat dengan keamanan militer.

Sejumlah media Yunani kemudian mengungkapkan bahwa tersangka adalah seorang perwira Angkatan Udara dengan pangkat kolonel. Beberapa laporan menyebutkan bahwa perwira tersebut telah mengakui pernah melakukan aktivitas spionase untuk Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Informasi yang beredar menunjukkan bahwa otoritas Yunani sebenarnya telah mulai menyelidiki kasus ini secara diam-diam sekitar dua bulan lalu, setelah menerima pemberitahuan dari lembaga keamanan negara sekutu. 

Selama periode tersebut, Badan Intelijen Nasional Yunani (NIS) melakukan pengawasan jangka panjang terhadap perwira tersebut untuk mengumpulkan bukti.

Baru-baru ini, aparat keamanan menilai bahwa jumlah dan tingkat sensitivitas data yang dibocorkan semakin meningkat dan berpotensi menimbulkan risiko yang lebih besar, sehingga diputuskan untuk segera mengambil tindakan. Saat ini, pihak berwenang juga sedang menyelidiki apakah ia terlibat dalam kasus serupa lainnya.

Karena jabatannya yang tinggi sebagai kolonel, ia memiliki akses ke sejumlah besar informasi militer tingkat atas, termasuk dokumen internal dan data penting NATO. Para penyelidik menemukan perilaku mencurigakan tersebut melalui catatan digital yang ditinggalkan saat ia mengakses dokumen rahasia, yang dikenal sebagai “jejak elektronik”. Disebutkan bahwa ia diduga menggunakan metode seperti pemindaian kode QR untuk mengirimkan data yang sangat rahasia ke Beijing.

Media Greek City Times melaporkan bahwa identitas lengkap tersangka belum diumumkan ke publik. Namun, ia diketahui bertanggung jawab atas bidang komunikasi dan sistem elektronik di Angkatan Udara—sebuah posisi yang sangat krusial.

Penyelidikan awal juga menunjukkan bahwa perwira tersebut menggunakan perangkat lunak khusus untuk transmisi terenkripsi guna mengirimkan data yang berkaitan dengan Angkatan Udara, keseluruhan angkatan bersenjata, bahkan NATO, ke Tiongkok. Hingga saat ini, pihak Tiongkok belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan tersebut.

Pejabat Yunani secara khusus menegaskan bahwa pihak penerima informasi dalam kasus ini bukanlah negara tetangga Yunani maupun musuh keamanan tradisionalnya. Sumber-sumber menyebutkan bahwa pihak yang diuntungkan adalah Tiongkok komunis.

Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya Yunani mengungkap kasus semacam itu. Pada Juli 2025, empat warga negara Tiongkok pernah ditahan di dekat Pangkalan Udara Tanagra karena diduga memotret jet tempur “Rafale” serta fasilitas industri pertahanan di sekitarnya. Mereka beraktivitas dengan kedok wisatawan, termasuk seorang di antaranya yang masih di bawah umur.

Polisi menemukan sejumlah besar materi visual terkait operasi pangkalan tersebut, yang memicu kewaspadaan tinggi dari otoritas Yunani. Pemerintah kemudian meluncurkan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan apakah kejadian ini merupakan bagian dari operasi pengumpulan intelijen yang lebih besar, serta menimbulkan kekhawatiran bahwa Beijing tengah mengincar teknologi militer canggih Eropa.

Bukan hanya Yunani, sejumlah negara Eropa lainnya juga baru-baru ini menangani kasus serupa. Kejaksaan Prancis pada 4 Februari menyatakan bahwa empat orang telah ditangkap karena diduga melakukan aktivitas spionase untuk PKT di wilayah Prancis, termasuk dua warga negara Tiongkok. Mereka dituduh mencoba memanfaatkan sistem “Starlink” untuk mencuri data sensitif pemerintah dan militer Prancis. Penyelidikan terkait kasus ini masih berlangsung. (Hui)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ada Viagra, BPOM Ungkap 8 Obat Paling Sering Dipalsukan-Bisa Mematikan
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Datang ke Lokasi Bencana Tanah Bergerak Tegal, Wapres Gibran: Huntara dan Huntap Segera Dibangun
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
BNPB: Gempa Pacitan M6,4 Berdampak di 3 Provinsi, Puluhan Orang Luka
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Konflik Mbappe vs PSG Memanas, Sisa Gaji Rp 117 Miliar Jadi Sengketa
• 6 jam lalueranasional.com
thumb
Diskusi Taman Langit ANTARA angkat peliputan bencana Sumatera
• 17 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.