SEMARANG, KOMPAS — Wakil Bupati Klaten, Jawa Tengah, Benny Indra Ardhianto, meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Pusat Dr Kariadi, Kota Semarang, Jateng, Sabtu (7/2/2026). Sebelum meninggal dunia, Benny disebut beberapa kali dirawat inap dan menjalani kemoterapi di rumah sakit tersebut.
Informasi mengenai meninggalnya Benny antara lain diunggah oleh akun Instagram resmi Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Klaten pada Sabtu siang. Dalam unggahan di akun @humaskabklaten itu, juga disampaikan ucapan duka cita dan turut mendoakan Benny.
"Semoga almarhum diampuni segala dosanya, diterima segala amal ibadahnya, dan diberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Amin," tulis akun @humaskabklaten.
Kabar duka terkait meninggalnya Benny juga dibenarkan oleh Penjabat Sekretaris Daerah Klaten Jaka Purwanto. Berdasarkan kabar yang diterima Jaka, Benny yang berusia 33 tahun itu mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu sekitar pukul 10.15 WIB.
"Jenazah disemayamkan di rumah duka, Desa Karang, Kecamatan Delanggu, Klaten. Untuk pemakaman akan dilakukan pada Minggu (8/2/2026)," kata Jaka saat dihubungi, Sabtu siang.
Menurut Jaka, jenazah Benny bakal diberangkatkan dari rumah duka pada Minggu sekitar pukul 11.00. Jenazah akan dimakamkan di Makam Jonggrangan, Kecamatan Wonosari, Klaten.
Dihubungi terpisah, Staf Humas RSUP Dr Kariadi, Aditya Kandu Warendra membenarkan bahwa Benny meninggal dunia pada Sabtu pagi di RSUP Dr Kariadi. Menurutnya, Benny sudah dirawat di rumah sakit itu sejak Kamis (29/1/2026).
"Beliau sudah bolak-balik mondok (rawat inap) dan kemoterapi," ucap Aditya.
Jenazah disemayamkan di rumah duka, Desa Karang, Kecamatan Delanggu, Klaten. Untuk pemakaman akan dilakukan pada Minggu (8/2/2026)
Berdasarkan informasi di website resmi Pemkab Klaten, Benny lahir di Boyolali pada 14 April 1992. Ia sempat menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Klaten pada tahun 2007 hingga 2010. Benny mengenyam pendidikan strata 1 dan strata 2 di Universitas Gadjah Mada, yakni pada tahun 2010-2015 dan 2015 hingga 2019.
Politisi muda yang tergabung dalam Partai Gerindra itu meninggalkan seorang istri, yakni Mahanni Yulindha Pratiwi dan dua anak, yaitu Keandra Askana Abhivandya dan Kaynindra Askana Mahewari.





