jpnn.com, CISARUA - Status tanggap darurat bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, resmi dihentikan pada Jumat (6/2).
Hingga hari ke-14 operasi pencarian, tim gabungan berhasil menemukan 94 bodypack, dengan 74 korban di antaranya telah teridentifikasi.
BACA JUGA: Update Longsor Cisarua: Tim DVI Polda Jabar Identifikasi 67 Jenazah Korban
Meski masa tanggap darurat secara resmi berakhir dan memasuki tahap pemulihan, upaya pencarian tetap dilanjutkan dengan pola operasi yang disesuaikan terhadap dinamika lapangan.
Incident Commander (IC) penanganan longsor Cisarua, Ade Zakir, mengatakan fokus utama pada masa pemulihan adalah inventarisasi kebutuhan untuk rekonstruksi dan rehabilitasi wilayah terdampak.
BACA JUGA: BTN Targetkan Biayai 20 Ribu Rumah Rendah Emisi pada 2026
"Dalam masa pemulihan, yang pertama kami lakukan adalah menginventarisasi kebutuhan untuk rekonstruksi dan rehabilitasi. Tidak hanya infrastruktur, tapi juga bagaimana ekonomi masyarakat bisa berjalan kembali," kata Ade, Sabtu (7/2).
Menurut Ade, pemulihan juga difokuskan pada sektor infrastruktur dasar seperti jalan, pendidikan, serta layanan kesehatan agar aktivitas warga dapat kembali normal.
BACA JUGA: Intip 8 Tren Warna Cat Rumah 2026 by Aquaproof
“Kami sedang mengumpulkan dan merekap data sebagai dasar untuk langkah lanjutan, termasuk kemungkinan relokasi,” tuturnya.
Terkait relokasi, Ade menyebutkan saat ini terdapat beberapa alternatif lokasi yang sedang dikaji, salah satunya pemanfaatan tanah carik desa yang prosesnya diawali melalui musyawarah desa.
“Kebutuhan relokasi sekitar 53 unit. Keputusannya masih menunggu hasil musyawarah desa,” ucapnya.
Ade juga menyampaikan kondisi posko pengungsian saat ini telah kosong. Pengungsi terakhir telah dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
“Kendala air bersih juga sudah teratasi. Kami sangat terbantu dengan adanya donatur, termasuk dari Pak Raffi Ahmad dan Kapolres Cimahi, yang membantu merealisasikan sumur bor,” ujarnya.
Dia menambahkan, dari target awal 13 titik, sumur bor yang berhasil direalisasikan mencapai 15 titik dan telah berfungsi untuk memenuhi kebutuhan warga.
Terkait operasi pencarian dan pertolongan, Ade mengungkapkan hingga hari terakhir pelaksanaan operasi SAR, tidak ada penemuan jenazah baru, meski proses identifikasi masih terus berjalan.
"Masih ada sekitar 24 korban belum ditemukan atau teridentifikasi," ucap dia.
Secara akumulatif, tim SAR gabungan telah menemukan total 94 bodypack korban longsor, dengan 74 di antaranya telah teridentifikasi. Dari 77 bodypack yang diproses, sebanyak 17 masih dalam tahap identifikasi lanjutan oleh tim DVI Polri.
Ade menambahkan, berdasarkan pertemuan dengan keluarga korban yang belum ditemukan, seluruh keluarga telah mengikhlaskan anggota keluarganya yang belum berhasil ditemukan.
“Kemensos menjamin seluruh hak korban tetap sama. Saat ini kami sedang menyusun pernyataan tertulis dari pihak keluarga korban,” pungkasnya. (mcr27/jpnn)
Redaktur : Yessy Artada
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina


