GenPI.co - Operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Depok diwarnai drama pengejaran setelah transaksi dugaan suap senilai Rp 850 juta di Emeralda Golf, Tapos, Depok, Kamis (5/2).
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membeberkan kronologi OTT KPK yang menyeret Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Depok terkait kasus sengketa lahan.
Budi mengungkapkan KPK mengaku sudah mengendus rencana penyerahan uang sejak pukul 04.00 WIB.
“Tim sudah bersiap sejak dini hari, tapi ditunggu sampai pagi, penyerahan belum terjadi,” ujar dia, dikutip Sabtu (7/2).
Sekitar pukul 13.39 WIB, KPK memantau seorang pegawai PT Karabha Digdaya (KD) berinisial ALF mengambil uang tunai Rp 850 juta dari bank di wilayah Cibinong, Jawa Barat.
Tak lama kemudian, pergerakan jajaran PT Karabha Digdaya makin intens, yakni mobil pertama membawa pegawai AND dan uang Rp850 juta.
Lalu mobil kedua membawa pegawai GUN dan Head Legal PT KD Berliana Tri Kusuma (BER)
Sedangkan di PN Depok, KPK memantau mobil Juru Sita PN Depok Yohansyah Maruanaya (YOH) bergerak ke arah yang sama.
"Jadi, ada tiga mobil yang kemudian dipantau oleh tim dan ketiga mobil tersebut terpantau berada di lokasi yang sama, yaitu di Emeralda Golf Tapos, Depok," beber dia.
Pada Kamis pukul 19.00 WIB, transaksi terjadi. Uang Rp 850 juta diserahkan dari pihak PT Karabha Digdaya kepada pihak PN Depok, diwakili oleh YOH (Juru Sita PN Depok).
Saat hendak diamankan, kendaraan dari PN Depok sempat hilang dari pantauan.
“Karena kondisi sudah gelap, tim sempat kehilangan kendaraan dari PN Depok, lalu dilakukan pengejaran dan berhasil diamankan beberapa menit kemudian,” imbuh Budi.
Saat YOH ditangkap, KPK menyita tas ransel hitam berisi uang tunai Rp 850 juta.
"Tim kemudian bergerak juga ke PN Depok untuk mengamankan Wakil Ketua PN Depok BBG. Kemudian berlanjut pada pukul 19.18 WIB, tim juga mengamankan saudara AND, GUN, dan BER yang ketiganya ada di kantor PT KD," tegas dia.
KPK kemudian menangkap Trisnadi di Living Plaza Cinere, Depok pada pukul 20.19 WIB.
"Terakhir, tim mengamankan saudara EKA (I Wayan Eka Mariarta) selaku Ketua PN Depok di rumah dinas Ketua PN Depok," jelas Budi.
Seperti diberitakan sebelumnya, OTT KPK di Depok terkait korupsi pengurusan perkara sengketa lahan.(ant)
Video populer saat ini:

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F02%2F07%2F71868e792b7249751eb7f72657b19685-IMG_8081.jpg)

