Pernah Buat Persija Jakarta Tak Berkutik! Alasan Eks Bomber PSM Abu Kamara dan Eks Persib Bandung Febri Hariyadi Bakal Meledak di Persis Solo

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Abu Razard Kamara memang terdepak dari PSM Makassar. Namanya tak lagi masuk dalam skema Tomas Trucha untuk putaran kedua Super League 2025/2026.

Namun tersingkir dari Pasukan Ramang bukan berarti pamornya habis.

Justru sebaliknya.

Persis Solo bergerak cepat mengamankan tanda tangannya. Di Laskar Sambernyawa, Abu akan mengenakan nomor punggung 4—simbol awal lembaran baru dalam situasi yang serba mendesak.

Pernah Hancurkan Persija

Abu bukan pemain biasa. Di awal musim, ia menjadi salah satu penyerang paling menonjol PSM. Momen paling diingat tentu saat ia menjadi aktor penting kemenangan 2-0 atas Persija Jakarta.

Salah satu gol spektakulernya kala itu membuat lini belakang Macan Kemayoran tak berkutik. Kecepatan, duel fisik, serta insting mencetak golnya menjadi pembeda.

Artinya, kualitasnya sudah teruji di laga besar.

Di Persis yang tengah krisis gol dan kepercayaan diri, tipikal striker pekerja keras seperti Abu justru bisa menjadi ledakan tak terduga.

Febri: Terlalu Lama Duduk di Bangku Cadangan

Tak hanya Abu, Persis juga mengamankan winger Persib Bandung, Febri Hariyadi.

Transfer pemain berjuluk “Bow” ini terbilang sunyi. Tanpa seremoni, tanpa salam perpisahan emosional. Statusnya justru terendus lewat sistem pendaftaran resmi liga.

Per Jumat (6/2/2026), nama Febri telah tercatat di laman ileague.id sebagai pemain Persis Solo. Ia langsung mengenakan nomor punggung 18.

Langkah cepat itu menandakan kesepakatan sudah final secara administratif.

Musim ini, Febri hanya bermain 175 menit dari 9 laga bersama Persib, meski tetap menyumbang 1 gol. Di skuad bertabur bintang, ruangnya makin sempit.

Namun justru di situ letak potensi ledakannya.

Febri adalah pemain yang hidup dari kepercayaan. Saat diberi menit bermain reguler, ia punya kecepatan, determinasi, dan kemampuan membuka ruang dari sisi sayap.

Kenapa Mereka Bisa “Meledak”?

Ada tiga alasan kuat:

  1. Tekanan Rendah, Motivasi Tinggi

Di Persib dan PSM, ekspektasi selalu tinggi. Di Persis, situasinya berbeda: misi utama adalah bertahan hidup. Pemain seperti Abu dan Febri bisa bermain lebih lepas, tanpa beban gengsi besar.

  1. Kebutuhan Taktis yang Tepat

Persis butuh:

Finisher agresif di kotak penalti → Abu cocok.

Winger cepat yang bisa menusuk dan melepas crossing → Febri pas.

Keduanya mengisi lubang yang selama ini membuat Persis tumpul.

  1. Momentum Pembuktian

Abu ingin membuktikan dirinya tak layak disingkirkan.
Febri ingin membuktikan dirinya belum habis.

Dalam sepak bola, kombinasi “dendam profesional” dan kesempatan baru sering kali melahirkan performa terbaik.

Misi Bertahan Hidup

Persis Solo kini terdampar di dasar klasemen dengan 10 poin dari 19 laga. Manajemen memilih all-in.

Selain Abu dan Febri, mereka juga mendaftarkan Septian Bagaskara dan Alexvan di sektor lokal, serta lima pemain asing baru: Luka Domancic, Vukasin Vranes, Dusan Mijic, Miroslav Maricic, dan Roman Paparyga.

Ini bukan lagi soal proyek jangka panjang.

Ini soal selamat atau tenggelam.

Jika chemistry cepat terbentuk, duet Abu Kamara dan Febri Hariyadi bisa menjadi detonator kebangkitan Persis.

Karena kadang, pemain yang “dibuang” justru paling lapar untuk membuktikan.

Dan pemain lapar… biasanya meledak.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Titiek Soeharto: Indonesia Malu, 70 Persen Kedelai Masih Impor
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
BATC: Ubed Tundukkan Tunggal Pertama Jepang, Indonesia Unggul 1-0
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Jelang Bali United vs Persebaya Surabaya, Pemain Bajul Ijo Ada yang Flu dan Diare
• 13 jam lalugenpi.co
thumb
Tragis, ASN PPPK Ditemukan Tewas di Kontrakan Bekasi
• 17 jam laluokezone.com
thumb
Tangis Pecah-Lautan Orang di Pemakaman Korban Bom Bunuh Diri Pakistan
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.