Sanitasi Warga Jelambar Memprihatinkan, 58 KK Masih Buang Air Sembarangan

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Kelurahan Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, mencatat sedikitnya 58 kartu keluarga (KK) masih melakukan buang air besar sembarangan (BABS).

Lurah Jelambar Pradista mengatakan, puluhan keluarga tersebut tersebar di beberapa wilayah permukiman padat.

"Kami mendapatkan data itu 58 KK yang buang air besar sembarangan. Itu ada di RW 08, RW 03, RW 05, dan RW 06," ujar Pradista kepada Kompas.com, Sabtu (7/2/2026).

Baca juga: Atasi BAB Sembarangan, Pemkot Jakut Gencarkan Bangun MCK dan Septic Tank Komunal

Ia mengakui kondisi lingkungan yang padat dan sempit menjadi tantangan utama penyediaan sanitasi layak.

"Kondisi pemukiman kumuh itu kalau kita lihat memang posisinya di RW 08 yang paling padat. Dan memang itu kondisinya jalannya sempit banget, terus jumlah kepala keluarganya per rumah itu banyak anggota keluarganya," kata Pradista.

Menurut dia, kategori BABS tidak hanya karena warga tidak memiliki jamban, tetapi juga karena pembuangan tinja langsung ke kali atau saluran air.

"Jadi ada dua, kalau terbuka itu jadi dia kayak di kali langsung gitu loh. Kalau yang tertutup itu mereka punya kloset, tapi enggak pakai septic tank. Jadi buangnya langsung ke kali atau saluran air. Sama saja sebenarnya, cuma kalau yang terbuka kan blak-blakan gitu," jelas Pradista.

Baca juga: Menjawab Komplain Limbah Tinja di Aliran Kali Irigasi dengan Zero BABS

Ia juga menceritakan kondisi memilukan saat meninjau warga di RW 04 yang harus menyeberangi rel kereta untuk buang air.

"Jadi ada pengalaman yang sangat mengenaskan ya, waktu itu di RW 04 ada warga yang tidak punya septic tank. Jadi begitu mau buang air besar itu dia harus menyeberang rel dulu, ada tanah kosong dan di situ ada semacam comberan," ungkapnya.

Program septic tank gratis

Untuk mengatasi persoalan sanitasi, Kelurahan Jelambar menjalankan program pembangunan septic tank gratis bagi warga tidak mampu.

"Untuk program Kelurahan Jelambar ini ada pembuatan septic tank khusus untuk warga yang tidak mampu. Kita fokuskan yang kemarin sudah dilakukan itu ada enam KK per titik," kata Pradista.

Anggaran pembangunan berasal dari Padat Karya Tunai Desa (PKTD) Kementerian Kesehatan dan Dana Alokasi Umum (DAU).

Baca juga: Tak Lagi di Sungai, Pramono Sebut Warga Kini BAB Sembarangan di Kebun

"Anggaran yang pertama dari PKTD itu sudah kita laksanakan sejumlah 15 rumah. Terus karena di Kelurahan Jelambar ada daerah padat dan kumuh, maka kita menggunakan anggaran DAU. Untuk tahun ini kita melaksanakan pembuatan septic tank 10 (unit)," jelasnya.

Dari 58 KK yang terdata, sekitar 25 KK kini telah mendapat bantuan septic tank.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Kita akan membantu semaksimal mungkin, berusaha terus untuk kualitas hidup masyarakat yang lebih layak," tutur Pradista.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
OTT Hakim PN Depok, KPK Sita Rp850 Juta Disimpan dalam Tas Ransel Hitam
• 18 jam laluokezone.com
thumb
Kiprah Ma.ja Watch UMKM Jam Tangan Kayu Binaan BRI Rambah Pasar Global
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Terima Audiensi KSBSI, Kapolri Tegaskan Sinergitas untuk Perjuangkan Hak Buruh 
• 21 jam laluokezone.com
thumb
Jadwal Lengkap Konser Zayn Malik 2026, Dimulai di Inggris 12 Mei
• 15 jam lalugenpi.co
thumb
Diplomasi Hijau di Tengah Risiko Global
• 10 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.