Tinjau Pengungsian Ponpes Tegal, Wapres Gibran Tegaskan Keselamatan Jadi Prioritas

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Redaksi TVRINews

TVRINews, Tegal

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung posko pengungsian korban bencana tanah bergerak di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Adalah 2, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat, 6 Februari 2026.

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar penanganan bencana dilakukan secara cepat, terpadu, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Wapres didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman. Mereka melihat langsung kondisi para pengungsi serta berdialog dengan santri dan pengelola pesantren guna memastikan penanganan darurat berjalan optimal.

Di hadapan para pengungsi, Gibran menegaskan bahwa keselamatan warga dan santri merupakan prioritas utama pemerintah. Ia meminta agar masyarakat tidak memaksakan diri kembali ke lokasi terdampak untuk mengambil barang-barang yang tertinggal.


(Instagram/gibran_rakabuming)

"Sekarang prioritasnya adalah keselamatan warga, keselamatan para santri. Jangan memaksakan diri untuk kembali ke atas atau mengambil barang-barang. Keselamatan semuanya itu yang nomor satu," kata Gibran, dikutip dari laman Sekretariat Wakil Presiden, Sabtu, 7 Februari 2026.

Gibran juga menegaskan bahwa kondisi alam di wilayah terdampak sudah tidak memungkinkan untuk dihuni kembali sehingga relokasi menjadi langkah strategis demi melindungi masyarakat.

Hal senada disampaikan Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman yang menyebut pergerakan tanah masih terus berlangsung. Menurutnya, kawasan tersebut masih sangat berbahaya untuk ditinggali.

"Itu sangat berbahaya sekali untuk kembali ke sana. Jadi mohon jangan dipaksakan," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Penanganan Darurat Wilayah I BNPB Agus Riyanto menjelaskan bahwa penanganan bencana dilakukan melalui asesmen terpadu bersama Badan Geologi. Pemetaan wilayah terdampak menjadi dasar dalam menentukan kebijakan relokasi warga.

"Konsepnya relokasi. Yang terpenting masyarakat sekarang selamat dan ke depan akan dipastikan lokasi yang aman berdasarkan kajian geologi," ujar Agus.

Dari pihak pesantren, Pengasuh Ponpes Al-Adalah Idatun Nachriyah menyampaikan bahwa pihaknya telah mengevakuasi para santri lebih awal untuk mencegah jatuhnya korban jiwa. Namun, bencana tersebut menyebabkan fasilitas pendidikan rusak berat, termasuk ruang-ruang kelas.

"Gedung SMA dan ruang kelas kami sudah hilang. Harapannya pemerintah bisa membantu menyediakan ruang kelas, rumah singgah, dan tempat tinggal sementara bagi para santri," ungkapnya.

Berdasarkan data posko, jumlah pengungsi di Pondok Pesantren Al-Adalah 2 mencapai 526 santri yang berasal dari Pondok Pesantren Dawuhan Padasari, terdiri dari 234 santri putra dan 292 santri putri.

Seluruh pengungsi saat ini berada dalam penanganan terpadu pemerintah pusat dan daerah, dengan pemenuhan kebutuhan dasar seperti hunian sementara, logistik, layanan kesehatan, serta pendampingan psikososial sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menko Airlangga Klaim Ketahanan Ekonomi RI Bukan Kebetulan, Ungkap Hasil dari Kredibilitas
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Indonesia Eximbank Bukukan Laba Bersih Rp252 Miliar Sepanjang 2025
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Prediksi Pilpres 2029: Hensa Sarankan Prabowo Tak Pilih Cawapres yang Ambisius Jadi Capres
• 12 jam lalumatamata.com
thumb
Tiga Motor Dilaporkan Hilang Jelang Weekend, Satu Sudah Ditemukan
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Bukan Ramon Tanque, Sosok Ini yang Dikorbankan Bojan Hodak Setelah Mendatangkan Sergio Castel ke Persib
• 22 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.