Penulis: Kunta Bayu Waskita
TVRINews - Foxborough, Amerika Serikat
Dengan debut internasional dan kontrak di tim utama klub MLS New England Revolution, momentum karier J.D. Gunn terasa tepat, terlebih di tahun Piala Dunia.
J.D. Gunn resmi melangkah ke fase baru dalam karier profesionalnya usai menandatangani kontrak dengan tim utama New England Revolution baru-baru ini. Kiper berusia 26 tahun asal Panama itu kini menatap target yang lebih besar, jadi kiper utama Timnas Panama di Piala Dunia 2026.
Perjalanan Gunn menuju level tertinggi sepak bola profesional terbilang unik. Ia pertama kali bergabung dengan New England Revolution II pada 2024 dan menghabiskan dua musim berkembang di kompetisi MLS NEXT Pro (kasta ketiga di AS).
Selama periode tersebut, Gunn secara rutin berlatih bersama skuad utama dan mendapatkan pendampingan intensif dari pelatih kiper Revolution, Kevin Hitchcock.
“Saya melihat sesuatu dalam diri JD yang juga pernah saya lihat pada Matt Turner,” ujar Hitchcock dikutip dari Revolution Soccer, Sabtu (7/2/2026).
Pernyatan sang pelatih kiper tentunya merujuk kepada Turner selaku kiper utama Timnas Amerika Serikat yang kini kembali memperkuat Revolution dengan status pinjaman dari Olympique Lyon. Menurut Hitchcock, Gunn memiliki fondasi kuat untuk berkembang menjadi penjaga gawang kelas atas di MLS.
Bagi Gunn sendiri, kontrak tim utama ini adalah buah dari kerja keras panjang. “Saya sangat bersemangat. Saya menaruh banyak kerja keras untuk sampai di titik ini. Ini bukan tujuan akhir, tapi langkah yang bagus," kata Gunn.
Saya senang bisa terus bekerja dengan Hitchy (Hitchcock), serta Matt (Turner) dan Donovan (Parisian). Saya benar-benar antusias dengan semuanya,” pria bernama asli John David Gunn Curlin itu menambahkan.
Menariknya, Gunn tidak sejak awal bercita-cita menjadi penjaga gawang. Tumbuh besar di Panama City, ia menghabiskan masa kecil bermain sepak bola di jalanan, tapi fokus utamanya justru basket. Ia bahkan sempat mewakili Panama pada level tim nasional usia muda untuk olahraga tersebut.
Kemampuannya bermain dengan tangan kemudian membawanya ke posisi kiper saat tim sekolah menengahnya kekurangan penjaga gawang.
“Ini cerita yang agak tidak terduga, tiba-tiba saya jadi penjaga gawang, yang menurut saya juga dialami banyak kiper. Saya 'dilempar' ke sana dan jatuh cinta dengan perannya. Itu yang terjadi pada saya, dan sejak itu saya tidak pernah menoleh ke belakang,” Gunn menjelaskan.
Ia lalu mengasah kemampuannya sebagai kiper secara lebih serius di level perguruan tinggi, menerima pelatihan kiper formal saat membela Biola University dan kemudian University of Memphis, sebelum akhirnya menandatangani kontrak dengan Revolution II.
Kini, Gunn tidak hanya mewakili klubnya, tetapi juga kembali membawa nama Panama pada level internasional. Ia telah beberapa kali masuk ke skuad Timnas Panama.
Mantan kiper Charlotte Eagles ini mencatatkan caps Timnas Panama senior pertamanya dalam laga persahabatan melawan Meksiko pada Januari 2026 lalu, sebagai bagian dari persiapan menuju Piala Dunia 2026.
“Itu (caps pertama di Timnas Panama) seperti mimpi yang jadi kenyataan. Saya benar-benar tidak tahu bagaimana menjelaskannya dengan kata-kata, betapa luar biasanya itu. Pengalaman yang luar biasa dan akan selalu saya ingat,” ujar Gunn.
Dengan debut internasional dan kontrak tim utama di tangan, momentum karier Gunn terasa tepat, terutama di tahun menuju Piala Dunia. “Ini tahun Piala Dunia dan sebagai pemain, saya ingin menjadi bagian dari itu," kata Gunn, menegaskan.
"Kami punya kiper-kiper yang bagus di tim nasional masing-masing, jadi saya tahu ini tidak akan diberikan begitu saja. Saya harus terus bekerja untuk itu, tapi itulah cerita karier saya,” tuturnya.
“Tidak ada yang pernah diberikan secara cuma-cuma. Saya percaya pada diri sendiri, kemampuan saya, dan juga pada pelatih. Kontrak tim utama ini adalah peluang besar dan menunjukkan perkembangan saya, terutama di mata staf pelatih tim nasional,” ucap Gunn.
Hitchcock pun menegaskan potensi besar anak asuhnya. “J.D. Gunn punya semua alat untuk menjadi kiper MLS kelas atas. Kini tergantung Gunn sendiri apakah dia cukup serius untuk sampai ke sana,” katanya.
Dengan persaingan sehat bersama Turner dan Parisian, musim ini diprediksi akan menjadi periode penting bagi J.D. Gunn.
Sadar dua kipernya sama-sama mengejar mimpi di Piala Dunia 2026, Hitchcock menutup dengan kalimat singkat namun penuh makna, “Kami sudah melakukan sesuatu yang benar.”
Editor: Kunta Bayu Waskita




