KPAI Apresiasi Polda Metro Bongkar Sindikat Penjualan Anak ke Pedalaman Sumatera

detik.com
10 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengapresiasi Polda Metro Jaya atas pengungkapan sindikat perdagangan anak di wilayah Pedalaman Sumatera. Sebanyak 4 anak berhasil diselamatkan.

"Langkah cepat dan profesional aparat kepolisian dalam mengungkap kasus TPPO (tindak pidana perdagangan orang) tersebut menunjukkan komitmen nyata negara melalui Polri dalam melindungi anak dari kejahatan serius yang mengancam keselamatan dan masa depan mereka," kata Ketua KPAI, Margaret Aliyatul Maimunah, Sabtu (7/2/2026).

Baca juga: Polda Metro Ungkap Sindikat TPPO, Selamatkan Anak Investasi Masa Depan

Margaret mengatakan hal tersebut menjadi bukti penegakan hukum oleh polisi tidak hanya pada penindakan pelaku. Tetapi, katanya, juga menempatkan perlindungan korban sebagai prioritas utama.

"Kehadiran Polri yang responsif sangat menentukan keselamatan anak-anak yang menjadi korban perdagangan orang," ungkapnya.

Penanganan kasus tersebut dilakukan secara komprehensif. Sehingga, kata Margaret, korban bisa mendapatkan perlindungan menyeluruh meliputi pemulihan fisik, psikologis, dan sosial, serta jaminan pengasuhan yang aman dan layak pascakejadian.

"KPAI akan mengawal proses asesmen hak asuh terhadap anak-anak korban. Langkah ini dinilai penting mengingat pelaku berasal dari lingkungan keluarga sendiri, sehingga penempatan anak harus benar-benar dipastikan berada di lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak," tuturnya.

Modus Adopsi Ilegal

Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengungkap perdagangan anak ke wilayah pedalaman di Sumatera. Polisi mengingatkan modus adopsi ilegal yang ditukarkan dengan sejumlah uang.

"Kemudian kami di sini mengajak seluruh masyarakat untuk mewaspadai adanya modus adopsi ilegal ya, jangan mudah untuk percaya pada penawaran-penawaran pengasuhan anak dengan uang," kata Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Metro Jaya Kombes Rita, Jumat (6/2).

Dia mengatakan sanksi pidana bisa menjerat siapa saja dalam kasus perdagangan orang. Termasuk orang yang mengetahui kejadian tersebut.

"Kemudian kiranya kami juga memberikan upaya pencegahan ini harus dimulai dari dalam keluarga ya. Kita lihat kita sangat prihatin karena ternyata pelaku utama dari kasus ini adalah ibu kandungnya korban sendiri ya," jelasnya.

Berdasarkan fakta yang ada, ancaman terhadap anak bisa terjadi dari lingkungan terdekat. Polisi meminta seluruh pihak waspada.

"Dan fakta ini menunjukkan bahwa ancaman terhadap anak dapat terjadi bahkan dari lingkungan terdekat sehingga perlindungan anak menjadi tanggung jawab kita bersama," imbuhnya.

Baca juga: Ibu di Jakbar Terancam 15 Tahun Bui Usai Jual Anak ke Pedalaman Sumatera




(rdh/whn)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jaga Inflasi Jelang Ramadan dan Idulfitri, Bobby Nasution Wanti-wanti Daerah Jaga Stok Bahan Pokok
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kisah Pasutri Penyintas Stroke, Bangkit dari Kelumpuhan Berkat Teknologi Laser dan Pola Hidup Sehat
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemkab Pati buktikan keberhasilan program panen padi 10 ton/hektare
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Sungguh Dahsyat! Ini 12 Lubang Raksasa Akibat Meteor Jatuh di Bumi
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Diberi iPhone 17 Pro Max, Kapolres Tangsel Langsung Lapor Gratifikasi ke KPK
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.