Grid.ID - Kabar duka menyelimuti Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Sabtu (7/2/2026). Wakil Bupati Klaten, Benny Indra Ardhianto, dikabarkan meninggal dunia di usia yang masih sangat muda, 33 tahun. Bagi yang belum mengenal sosoknya, inilah profil Benny Indra Ardhianto yang memuat perjalanan hidupnya.
Kepergian tokoh muda ini sontak mengejutkan masyarakat dan dunia politik daerah. Informasi wafatnya Benny dibenarkan langsung oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Klaten.
Sosok yang dikenal energik, ramah, dan dekat dengan masyarakat itu meninggalkan seorang istri serta dua anak yang masih kecil. Berikut profil Benny Indra Ardhianto, wakil bupati termuda Klaten, sebagaimana dihimpun dari Kompas.com dan Tribunnews.com, Sabtu (7/2/2026).
Kabar Meninggalnya Benny Indra Ardhianto
Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto meninggal dunia pada Sabtu (7/2/2026) pagi. Kabar tersebut dibenarkan oleh Pelaksana Tugas Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Klaten, Rizqan Iryawan. “Kami dapat kabar sekitar jam 10 hari ini,” ujar Rizqan, dikutip dari TribunSolo.com.
Kepergian Benny meninggalkan duka mendalam, terutama bagi sang istri, Mahani Yulinda Pratiwi, serta dua buah hati mereka. Sejak kabar wafatnya menyebar, rumah duka di Desa Karang, Kecamatan Delanggu, Klaten, dipenuhi keluarga, kerabat, dan masyarakat yang datang melayat.
Profil Benny Indra Ardhianto
Benny Indra Ardhianto lahir di Boyolali pada 14 April 1992. Benny merupakan putra dari Hariyanto, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Klaten, yang dikenal aktif di dunia politik lokal. Latar belakang keluarga inilah yang turut membentuk minat dan keterlibatan Benny di ranah publik.
Benny menamatkan pendidikan menengah di SMA Negeri 1 Klaten pada tahun 2010. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan lulus pada 2015. Tak berhenti di jenjang sarjana, Benny kembali menimba ilmu di almamater yang sama dengan mengambil program Magister Manajemen dan lulus pada 2019.
Jejak sebagai Pengusaha Muda
Sebelum terjun ke dunia pemerintahan, profil Benny Indra Ardhianto lekat dengan kiprahnya sebagai pengusaha muda. Ia menjabat sebagai Presiden Direktur (Presdir) PT Benny Putra Mandiri. Selain itu, Benny dikenal sebagai distributor dan agen elpiji, serta terlibat dalam sektor energi dan perdagangan.
Ia juga aktif dalam Paguyuban Pertshop Jateng–DIY (P2PJD) DPC Surakarta, serta menjabat sebagai Region Coordinator Agen, SPPBE, dan Retester Elpiji 3 Kg Hiswana Migas Kabupaten Klaten. Di tingkat lokal, Benny mendirikan arena Kuliner Delanggu serta Sentral Oli dan Motor Delanggu, yang ikut menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
Tak hanya fokus bisnis, Benny juga terlibat dalam berbagai komunitas sosial, salah satunya Komunitas Penggilingan Padi dan Beras (KPPB) Klaten. Aktivitas ini memperlihatkan kepeduliannya terhadap sektor pangan dan petani lokal.
Aktif di Organisasi dan Dunia Sosial
Bagian penting dari profil Benny Indra Ardhianto adalah kiprahnya di dunia organisasi. Pada 2025, Benny terpilih sebagai Ketua Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Klaten periode 2025–2030. Ia ditetapkan secara aklamasi dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Kagama Klaten yang digelar di Borobudur Ballroom, Grand Tjokro Hotel Klaten, pada 4 Oktober 2025.
Sebagai alumnus UGM, Benny dikenal aktif merangkul generasi muda dan alumni untuk terlibat dalam pembangunan daerah. Ia kerap mendorong kolaborasi antara dunia usaha, akademisi, dan pemerintah daerah.
Karier Politik dan Pilkada Klaten 2024
Meski baru terjun langsung ke politik elektoral, profil Benny Indra Ardhianto mencatat langkah cepat dan signifikan. Ia aktif sebagai kader Partai Gerindra sejak 2019. Pada Pilkada Klaten 2024, Benny maju sebagai calon Wakil Bupati Klaten mendampingi politikus PDI Perjuangan, Hamenang Wajar Ismoyo.
Pasangan ini mencuri perhatian publik karena sama-sama berasal dari generasi milenial. Saat mencalonkan diri, Hamenang berusia 36 tahun, sementara Benny baru 32 tahun.
Mereka diusung oleh koalisi besar yang terdiri dari PDIP, Gerindra, PKB, PAN, PPP, NasDem, serta partai nonparlemen Gelora dan Perindo. Mengusung visi “Klaten yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan”, pasangan Hamenang–Benny berhasil meraih kemenangan dengan 395.092 suara atau 52,63 persen dari total suara sah.
Dilantik Presiden Prabowo
Puncak perjalanan politiknya terjadi pada 20 Februari 2025. Benny resmi dilantik sebagai Wakil Bupati Klaten bersama Bupati Hamenang Wajar Ismoyo oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta. Pelantikan tersebut menandai dimulainya masa jabatan mereka untuk periode 2025–2030.
Sebagai wakil bupati termuda Klaten, Benny dikenal aktif turun ke lapangan, menghadiri kegiatan masyarakat, serta mendorong program-program berbasis pemberdayaan ekonomi dan pemuda. Ia juga akrab disapa masyarakat dengan panggilan “Mas Wakil”.
Sakit dan Dirawat di RS Kariadi
Menjelang wafatnya, Benny Indra Ardhianto dikabarkan sempat menjalani perawatan medis di RS Kariadi, Semarang. Namun, pihak Pemerintah Kabupaten Klaten tidak merinci penyakit yang diderita almarhum.
Plt Kabag Prokopim Setda Klaten, Rizqan Iryawan, menyatakan bahwa informasi mengenai sakit yang dialami Benny merupakan ranah keluarga. “(Soal sakit) keluarga yang bisa jawab,” ujarnya singkat.
Kepergian Benny Indra Ardhianto di usia 33 tahun menjadi kehilangan besar bagi Kabupaten Klaten. Dalam profil Benny Indra Ardhianto, ia tercatat sebagai sosok muda dengan kombinasi latar belakang pengusaha, organisator, dan pejabat publik yang menjanjikan. Meski masa jabatannya sebagai Wakil Bupati Klaten terbilang singkat, jejak pengabdian dan dedikasinya akan terus dikenang masyarakat. (*)
Artikel Asli



