jpnn.com, JAKARTA - PDI Perjuangan meluncurkan Fatmawati Trophy 2026, sebuah ajang kompetisi desain busana di Museum Fatmawati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (7/2).
PDIP sengaja menggelar ajang lomba dalam rangka memperingati 103 tahun kelahiran Ibu Negara Indonesia pertama dari 1945-1967, yakni Fatmawati Soekarno.
BACA JUGA: PDIP: Outlook Negatif Moodys Peringatan Serius, Pemerintah Harus Berbenah
Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan lomba desain busana beserta trofi ini menjadi hasil kontemplasi dan gagasan elite partainya M Prananda Prabowo.
Diketahui, Prananda adalah cucu dari Fatmawati dan putra Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
BACA JUGA: Hasto PDIP: Pemilu 2024 Menguji Kami, Banyak Pengkhianatan
Hasto menyatakan konsep trofi lomba desain busana kemudian diterjemahkan secara artistik oleh pemahat nasional Dolorosa Sinaga dalam bentuk figur perempuan berjubah yang berdiri tegak.
"Ya, di dalamnya terkandung simbol keteguhan dan kekuatan moral perempuan Indonesia,” ujar dia, Sabtu.
BACA JUGA: 11 Juta Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan, Ribka PDIP Bersuara Keras, Silakan Disimak
Hasto melanjutkan penempatan trofi di area yang menampilkan mesin jahit bersejarah milik Fatmawati dimaksudkan sebagai pengingat publik bahwa kemerdekaan Indonesia tidak hanya lahir dari peristiwa politik besar.
Menurut Hasto, ada peran personal yang kerap luput dari catatan sejarah terkait kemerdakaan Indonesia.
"Fatmawati Trophy itu wujud upaya merawat memori kolektif bangsa," lanjutnya.
Cucu Fatmawati, Puti Guntur Soekarno mengatakan secara konseptual bahwa Fatmawati Trophy menjadi hasil kontemplasi M. Prananda Prabowo.
Prananda, kata Puti, merasa penting mengabadikan sosok Fatmawati sebagai arsip nilai peradaban bangsa.
“Gagasan tersebut diwujudkan secara artistik oleh pemahat nasional Dolorosa Sinaga, yang merancang trofi dalam bentuk figur perempuan berjubah berdiri tegak, melambangkan keteguhan, keheningan, dan kekuatan moral perempuan Indonesia,” ujarnya.
Ketua Panitia Nasional Fatmawati Trophy I Gusti Ayu Bintang Darmawati menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan kebudayaan menempatkan perempuan sebagai subjek utama sejarah.
“Fatmawati Trophy itu monumen nilai. Kami ingin melahirkan kepemimpinan perempuan yang memiliki keteguhan prinsip seperti Ibu Fatmawati, yang mampu menjadi arsitek peradaban bagi Indonesia Raya,” kata Bintang.
Sementara itu, Sekretaris Panitia Nasional Dana Anugerah Raffliansyah berharap DPD PDIP di seluruh Indonesia bisa menjadikan ajang ini kompetitif dan bergengsi.
“Harapan kami, DPD di seluruh Indonesia bisa membuat kompetisi ini menjadi kompetitif dan bergengsi. Salah satu yang akan diperebutkan adalah piala bergilir yang didesain khusus dan dikonsep langsung oleh Bapak Muhammad Prananda Prabowo,” ujarnya. (ast/jpnn)
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi




