Penulis: Irfan Sudrajat
TVRINews - Rio de Janeiro, Brasil
Neymar akan sulit mendapatkan tempat di Timnas Brasil asuhan Carlo Ancelotti, bukan hanya karena persaingannya yang ketat.
Neymar mengejar waktu untuk mendapatkan tempat di skuad Timnas Brasil agar dapat tampil di Piala Dunia 2026. Sejak bergabung ke Santos dari Al Hilal pada 31 Januari 2025 lalu, Neymar memang tidak dapat tampil penuh.
Bahkan untuk musim 2026 ini, Neymar belum pernah bermain lagi. Situasi tersebut terjadi karena Neymar dalam proses pemulihan cedera pascaoperasi lutut. Peluangnya untuk bermain bersama Brasil masih dalam tanda tanya besar.
Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, sudah memberikan pesan kuat terkait kriteria pemain yang dapat tampil untuk Tim Samba. "Sepak bola modern tidak hanya menuntut tentang talenta, tapi juga kondisi fisik dan intensitas," kata pelatih asal Italia ini.
"Jika dia bermain dengan baik dan dia lebih baik dibandingkan pemain alternatif, dia akan pergi ke Piala Dunia. Namun, jika dia 100 persen fit, bukan 80 persen," Carletto menambahkan.
Cedera memang menjadi persoalan bagi bintang yang pada 5 Februari lalu berulang tahun yang ke-34. Namun demikian, kalaupun Neymar berhasil pulih dan dapat memanfaatkan sisa musim ini untuk bermain bersama Santos, masih ada tanda tanya besar terkait peluangnya di Timnas Brasil asuhan Carlo Ancelotti.
Apakah Timnas Brasil-nya Carlo Ancelotti benar-benar membutuhkannya, atau mampukah Neymar beradaptasi dengan strategi atau cara bermain yang memang dibutuhkan sang pelatih? Ada tiga tipikal penyerang dalam filosofi Carletto yaitu sayap, penyerang berkarakter 9 (targetman atau center forwards), dan false 9.
Mengapa Neymar akan sulit berada di antara tiga kriteria tersebut?
Pemain Sayap+Bek (Winger)
Untuk posisi ini, Carlo Ancelotti bahkan sudah memberikan pernyataannya. "Menurut saya, dia (Neymar) lebih baik bermain agak ke dalam, bukan di posisi sayap. Karena dalam sepak bola modern, pemain sayap juga harus membantu dalam bertahan," kata Carlo Ancelotti.
Carlo Ancelotti membutuhkan sayap tapi bukan penyerang sayap yang hanya berorientasi menyerang. Ini tentu menjadi berseberangan dengan cara bermain Neymar. Dalam kariernya, Neymar adalah pemain dengan karakter menyerang.
Kemampuannya dalam menggiring bola, melakukan tekanan dari sisi lapangan, salah satu keunggulan sang pemain. Namun, Carlo Ancelotti lebih menyukai pemain yang juga punya kemampuan dalam bertahan. Dan, Neymar tidak termasuk tipikal dengan kategori pemain tersebut.
Jadi, untuk posisi ini tampaknya sangat sulit bagi Neymar masuk dalam skuad Carlo Ancelotti. Kecuali, sang pelatih memiliki pertimbangan lain dalam strategi permainan timnya. Atau, Neymar mau turun ke pertahanan.
Penyerang Tengah (Center forward)
Neymar sejatinya juga bukan penyerang murni (striker 9). Dalam karier kepelatihan Carlo Ancelotti, dia sangat menyukai tipikal penyerang seperti ini. Ini pula salah satu syarat yang diminta Carlo Ancelotti ketika masih melatih Real Madrid.
Ketika Kylian Mbappe akan bergabung ke Real Madrid, Carlo Ancelotti menempatkan bintang asal Prancis tersebut sebagai penyerang tengah karena Los Blancos sudah memiliki pemain di posisi sayap atau penyerang sayap seperti Vinicius Junior.
Di Timnas Brasil saat ini, justru sudah ada pilihan yang sangat baik seperti Richarlison, Igor Jesus, atau bahkan Pedro. Neymar harus bersaing dengan barisan striker tersebut. Namun, ini akan menempatkan Neymar sebagai pemain kedua karena Carletto tentu akan memilih pemain sesuai dengan kemampuan terbaiknya.
Carlo Ancelotti adalah tipikal pelatih yang pragmatis. Dia akan merasa nyaman dengan pemain yang sudah menguasai kemampuan di posisi tempatnya bermain. Jadi, ini juga tantangan besar bagi Neymar mendapatkan posisi tersebut.
False 9
Ada satu posisi lagi yaitu False 9. Pemain yang memiliki karakter nomor 9 dan nomor 10, atau penyerang yang beroperasi sedikit lebih ke dalam. Pemain dengan tipikal ini mampu memberikan opsi dalam membangun serangan seperti umpan atau menciptakan peluang.
Raphinha memiliki kemampuan di posisi ini. Carlo Ancelotti juga menyukai Matheus Cunha, striker Manchester United ini memiliki banyak caps bersama Carletto. Total, 19 kali tampil di bawah asuhan Carlo Ancelotti di Timnas Brasil.
Melihat situasi tersebut, Neymar praktis menghadapi tantangan yang juga tidak mudah. Meski demikian, peluangnya untuk bermain di posisi ini lebih terbuka dibandingkan di posisi sayap atau sebagai penyerang tengah.
Persaingan dengan Endrick
Selain terkait posisi di Timnas Brasil yang akan menyulitkannya, Neymar juga akan bersaing dengan Endrick. Bahkan, ini akan menjadi persaingan yang panas. Performa Endrick dalam masa pinjamannya di Lyon dari Real Madrid justru semakin baik.
Di sisi lain, Endrick masih berusia 19 tahun. Dengan faktor usia ini, Endrick memiliki keunggulan dari sisi usia karena Neymar telah 34 tahun. Masalahnya, ini kesempatan terakhir bagi Neymar, sekarang atau tidak akan pernah lagi bermain untuk Brasil.
Editor: Irfan Sudrajat




