Tips dan Cara Memakai Popok Dewasa yang Tepat Pada Lansia

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Perubahan struktur demografi di Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan jumlah penduduk lanjut usia (lansia). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, sebanyak 11,93% dari total populasi Indonesia merupakan penduduk berusia di atas 60 tahun. Angka ini diproyeksikan terus meningkat hingga mencapai 20,90% pada tahun 2050.

Pergeseran ini menandai transformasi dari dominasi usia muda pada era 1970-an menjadi struktur populasi yang semakin menua. Kondisi tersebut menuntut perhatian lebih terhadap aspek kesehatan dan kesejahteraan lansia, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari. Scroll lebih lanjut yuk!

Baca Juga :
Begini Bukti Keseriusan dan Persiapan Klinik Rutan Muntok Jadi Mitra BPJS
Anggota DPR: Hak Kesehatan Tak Boleh Kalah oleh Prosedur Administratif

Seiring bertambahnya usia, lansia umumnya mengalami penurunan fungsi fisik maupun kognitif. Keterbatasan ini dapat memengaruhi kemampuan dalam melakukan aktivitas harian, seperti menjaga kebersihan diri dan mengontrol buang air. Dalam situasi tersebut, peran caregiver—baik di lingkungan keluarga maupun panti sosial—menjadi sangat penting.

Pemahaman yang tepat mengenai cara merawat lansia, termasuk dalam memilih dan memakaikan popok dewasa, tidak hanya berdampak pada kebersihan dan kesehatan kulit, tetapi juga menjaga kenyamanan serta martabat lansia.

Dalam memilih popok dewasa, terdapat prinsip “3 PAS” yang perlu diperhatikan. Pertama, tipe popok yang pas. Popok tipe celana direkomendasikan bagi lansia yang masih mampu berjalan, berdiri, atau duduk secara mandiri.

Sementara itu, popok tipe perekat lebih sesuai bagi lansia yang sebagian besar waktunya dihabiskan di tempat tidur dan memerlukan bantuan saat berganti popok. Pemilihan tipe yang tepat akan memudahkan proses perawatan sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna.

Kedua, ukuran yang pas. Pengukuran lingkar pinggang diperlukan untuk memilih popok tipe celana, sedangkan lingkar pinggul menjadi acuan untuk tipe perekat. Ukuran yang sesuai akan mencegah kebocoran serta mengurangi risiko iritasi akibat gesekan berlebih. Ketiga, pas nyaman di badan.

Pilih popok dengan daya serap tinggi, bahan lembut, dan sirkulasi udara yang baik guna mengurangi risiko ruam maupun luka tekan (decubitus). Produk yang dirancang tipis dan nyaman dapat membantu lansia tetap percaya diri dalam beraktivitas.

Cara memakaikan popok juga harus dilakukan dengan benar. Pada tipe perekat, posisikan lansia miring ke samping untuk meletakkan popok dengan tulang ekor berada di tengah bantalan. Tekuk sedikit tepian agar perekat tidak mengenai kulit.

Baca Juga :
Risiko Dengue Meningkat Saat Hujan, Upaya Pencegahan Harus Diperkuat
Teknologi Bedah Jantung Minim Sayatan, Harapan Baru Pemulihan Lebih Cepat
Anak-anak Paling Rentan Terpapar, Kenali Gejala Awal hingga Fase Kritis DBD

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pisang Punya 11 Manfaat Tapi 7 Kelompok Orang Ini Dianjurkan Tak Makan
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Menkes: Kurang Aktivitas Fisik Masuk 5 Besar Masalah Kesehatan Masyarakat
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prabowo Tiba di Malang, Disambut Gus Yahya dan Khofifah
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
Alasan Persija Jadi Pesaing Utama Persib dalam Perebutan Gelar Juara: Skuad Mewah, Ini Daftar Lengkapnya!
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Modus Pemilik "Wedding Organizer" di Garut Diduga Tipu 2 Calon Pengantin | SAPA MALAM
• 11 menit lalukompas.tv
Berhasil disimpan.