Bos BGN Ungkap Perkembangan Mekanisme Pemberian MBG untuk Lansia

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mengkaji mekanisme penyaluran makan bergizi gratis (MBG) untuk penduduk berusia lanjut atau lansia.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, pihaknya masih berembuk dengan Kementerian Sosial (Kemensos). Sebab, selama ini tanggung jawab penyaluran makanan kepada lansia berada di bawah kewenangan Kemensos.

"Nah, kemudian karena sekarang ada Makan Bergizi [MBG], Pak Menteri Sosial [Saifullah Yusuf] menginginkan ada integrasi dan kami masih memikirkan mekanismenya," ucap Dadan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

Dadan menuturkan, pihaknya bersama Kemensos masih mengkaji ihwal anggaran makanan untuk lansia ke depan. Menurutnya, belum diputuskan apakah anggaran akan berasal dari BGN atau dari Kemensos.

"Untuk makanan nanti kami lihat mekanismenya, apakah itu dari Kementerian Sosial atau dari Badan Gizi Nasional. Jadi mekanismenya sedang kami matangkan," katanya.

Namun, dia memastikan anggaran untuk pengasuh lansia tetap berasal dari Kemensos. Pasalnya, hal itu merupakan program dari instansi tersebut.

"Yang jelas untuk lansia ini kan ada pengasuh. Nanti pengasuhnya pasti dari Kementerian Sosial. Kalau untuk pengasuhan dan lain-lain, itu pasti dari Kementerian Sosial," jelas Dadan.

MBG untuk lansia tersebut merupakan perluasan dari program BGN. Selain lansia, MBG juga bakal menyasar anak putus sekolah.

Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan MBG, memastikan seluruh kelompok rentan menerima nutrisi yang cukup, dan mendukung peningkatan kualitas gizi di Indonesia secara menyeluruh. 

Sebelumnya, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan Dadan terkait kesiapan MBG bagi lansia di atas 75 tahun dan tinggal sendirian. Kemudian, apabila alokasinya telah rampung, MBG akan diberikan kepada lansia di bawah 75 tahun.  

"Kami sudah sepakat bahwa nanti akan dilayani dapur-dapur yang diselenggarakan oleh Pak Dadan [Kepala BGN]. Jadi di SPPG [Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi] yang ada di sekitar itu juga nanti melayani lansia dan penyandang disabilitas sesuai dengan data yang kami miliki atau data yang kami serahkan," kata Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan pada Selasa (3/1/2026).

Kemensos mendapatkan data-data penerima MBG dari Kepala Daerah. Setelah dilakukan penilaian, Kemensos akan menyerahkan ke Kepala Daerah untuk ditandatangani. Kemudian, data diserahkan ke BGN untuk kemudian dilayani.

"Jadi ini sedang dalam pembicaraan, setelah itu yang kedua kami juga akan memperkuat dengan caregiver. Kami akan memperkuat dengan perawat-perawat yang terlatih secara bertahap," ujar Gus Ipul. 

Baca Juga

  • Bos BGN Ungkap 4 Skema Penyaluran MBG Selama Ramadan
  • BGN Klaim Pendapatan Pengusaha Tahu & Tempe Melonjak Imbas MBG
  • Prabowo Genjot Kualitas Gizi MBG, BGN Bentuk Tim Akreditasi SPPG

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
British Council East Asia Education Week 2026, Ajang Kolaborasi Pendidikan Tinggi Global
• 13 jam laludisway.id
thumb
Fabio Lefundes Berpeluang Ukir Sejarah Bersama Borneo FC di BRI Super League
• 15 jam lalubola.com
thumb
Menteri PU Tinjau Jalan Daerah Banjarkemantren–Prasung
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Gajah Ditemukan Mati tanpa Kepala di Riau, Polisi Temukan Proyektil Peluru
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Longsor Cisarua Masuk Masa Pemulihan, 24 Korban Masih Belum Ditemukan
• 9 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.