Jakarta (ANTARA) - Pelatih Rans Simba Bogor Agus Pamungkas Batbual mengatakan timnya membuang banyak kesempatan saat melakukan lemparan bebas (free throw), saat melawan Pelita Jaya Jakarta dalam pertandingan Indonesian Basketball League (IBL) 2026, sehingga berujung kekalahan tipis 73-72.
Berdasarkan statistik IBL, Rans hanya berhasil mengeksekusi sembilan tembakan dari total 20 kesempatan alias dengan persentase 45 persen, dalam laga yang diselenggarakan di Gymnasium Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor (SV IPB), Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu malam.
"Saya hanya kecewa dengan para pemain saat free throw, karena terlalu banyak membuang kesempatan menambah poin, jadi hanya itu saja, cuma secara keseluruhan saya mengapresiasi usaha mereka," kata Agus usai pertandingan.
Dia menjelaskan, Kenyon Joseph Buffen dan kawan-kawan sudah menjalankan gameplan dari sisi offense.
Sebab, sejak awal tim memang ingin memulai serangan setelah berhasil mematahkan offense dari lawan.
"Karena saya tahu Pelita Jaya adalah tim dengan struktur pemain yang bagus, sehingga pergerakannya juga bagus, jadi kami harus menghentikan mereka untuk keluar dari gameplan mereka bermain, baru mulai menyerang," ujar dia.
Pemain Rans Simba Bogor Reggie Mononimbar menambahkan, para pemain sudah berusaha menerapkan rencana permainan yang ditetapkan pelatih sejak awal laga.
"Cuma memang eksekusi tembakan dan hasil akhirnya belum mendapatkan hasil kemenangan," ujar guard yang musim lalu masih berseragam Pelita Jaya Jakarta itu.
Rans Simba Bogor kalah dramatis 72-73 melawan Pelita Jaya Jakarta.
Keunggulan 72-71 pada sisa waktu 1 menit 45 detik, tidak mampu dipertahankan oleh skuad asuhan Agus Pamungkas Batbual, sehingga saat laga tersisa 13 detik, Darious Lee Moten melakukan tembakan fade away yang membungkam publik tuan rumah.
Meski pemain andalan tuan rumah, Kenyon Joseph Buffen, membukukan 30 poin, 15 rebound, enam assist, dan empat steal, pada akhirnya Rans harus mengakui keunggulan tim tamu.
Baca juga: Rans Simba Bogor kalah dramatis lawan Pelita Jaya Jakarta
Berdasarkan statistik IBL, Rans hanya berhasil mengeksekusi sembilan tembakan dari total 20 kesempatan alias dengan persentase 45 persen, dalam laga yang diselenggarakan di Gymnasium Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor (SV IPB), Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu malam.
"Saya hanya kecewa dengan para pemain saat free throw, karena terlalu banyak membuang kesempatan menambah poin, jadi hanya itu saja, cuma secara keseluruhan saya mengapresiasi usaha mereka," kata Agus usai pertandingan.
Dia menjelaskan, Kenyon Joseph Buffen dan kawan-kawan sudah menjalankan gameplan dari sisi offense.
Sebab, sejak awal tim memang ingin memulai serangan setelah berhasil mematahkan offense dari lawan.
"Karena saya tahu Pelita Jaya adalah tim dengan struktur pemain yang bagus, sehingga pergerakannya juga bagus, jadi kami harus menghentikan mereka untuk keluar dari gameplan mereka bermain, baru mulai menyerang," ujar dia.
Pemain Rans Simba Bogor Reggie Mononimbar menambahkan, para pemain sudah berusaha menerapkan rencana permainan yang ditetapkan pelatih sejak awal laga.
"Cuma memang eksekusi tembakan dan hasil akhirnya belum mendapatkan hasil kemenangan," ujar guard yang musim lalu masih berseragam Pelita Jaya Jakarta itu.
Rans Simba Bogor kalah dramatis 72-73 melawan Pelita Jaya Jakarta.
Keunggulan 72-71 pada sisa waktu 1 menit 45 detik, tidak mampu dipertahankan oleh skuad asuhan Agus Pamungkas Batbual, sehingga saat laga tersisa 13 detik, Darious Lee Moten melakukan tembakan fade away yang membungkam publik tuan rumah.
Meski pemain andalan tuan rumah, Kenyon Joseph Buffen, membukukan 30 poin, 15 rebound, enam assist, dan empat steal, pada akhirnya Rans harus mengakui keunggulan tim tamu.
Baca juga: Rans Simba Bogor kalah dramatis lawan Pelita Jaya Jakarta




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5495891/original/029562400_1770443026-1000019226.jpg)