Pantau - PT Pertamina (Persero) bersama BPI Danantara meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) dua proyek energi ramah lingkungan, yaitu Biorefinery di Cilacap dan Pabrik Bioethanol Glenmore di Banyuwangi, dalam acara Peresmian Proyek Hilirisasi Fase-I yang digelar di Kantor Danantara, Jakarta, pada Jumat, 6 Februari 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi berbasis energi hijau dengan memanfaatkan potensi sumber daya dalam negeri.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa hilirisasi merupakan agenda strategis nasional dan prioritas Presiden RI.
"Tahap awal proyek-proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi perekonomian Indonesia," ungkapnya.
Proyek hilirisasi ini juga diharapkan menjadi fondasi penting dalam menciptakan kemandirian industri serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menegaskan bahwa pembangunan Biorefinery Cilacap dan Pabrik Bioethanol Glenmore merupakan wujud dukungan terhadap transisi energi ramah lingkungan.
Dua proyek ini ditujukan untuk menurunkan ketergantungan impor Avtur dan BBM, serta mendukung peta jalan Sustainable Aviation Fuel (SAF) dan mempercepat swasembada energi nasional.
Acara peresmian juga dilaksanakan secara daring dan terhubung ke dua lokasi proyek, yakni Cilacap dan Banyuwangi.
Direktur Strategi Portofolio dan Pengembangan Usaha Pertamina, Emma Sri Martini, turut hadir di Kilang Cilacap dan menyampaikan bahwa proyek Biorefinery sejalan dengan strategi Dual Growth Pertamina.
Pertamina disebut tengah membangun ekosistem SAF yang terintegrasi dan memiliki daya saing global melalui sinergi dari hulu ke hilir.
Pengembangan SAF ini diyakini mampu mengurangi impor, memperbaiki defisit transaksi berjalan, menciptakan lapangan kerja, serta menekan emisi karbon dan polusi udara.
Sementara itu, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, hadir di Banyuwangi dan menyampaikan bahwa pembangunan pabrik bioethanol dilakukan bersama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), anak usaha PT Perkebunan Nusantara (PTPN).
Ia mengungkapkan, "Kolaborasi ini bertujuan menghasilkan energi bersih untuk rakyat dan menggerakkan perekonomian rakyat, sejalan dengan program Asta Cita."
Profil Proyek Biorefinery CilacapProyek Biorefinery Cilacap berlokasi di Jawa Tengah dan dirancang untuk memproses hingga 6.000 barel per hari (KBPD) minyak jelantah menjadi energi hijau.
Kilang Cilacap saat ini telah memproduksi 27 KL SAF per hari dan ditargetkan mencapai kapasitas 887 KL SAF per hari pada tahun 2029.
Dari sisi ekonomi, proyek ini diperkirakan berkontribusi sebesar Rp199 triliun per tahun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), menyerap hingga 5.900 tenaga kerja, dan menargetkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 30%.
Proyek ini juga berpotensi mengurangi emisi hingga sekitar 600 ribu ton CO2 setara per tahun.
Bahan baku utama berupa minyak jelantah dikumpulkan dari masyarakat, termasuk melalui Komunitas Beo Asri yang melibatkan lebih dari 2.900 kepala keluarga di 7 titik pengumpulan Used Cooking Oil (UCO).
Profil Pabrik Bioethanol GlenmorePabrik Bioethanol Glenmore berlokasi di Banyuwangi, Jawa Timur, dan merupakan hasil kerja sama antara Pertamina dan SGN.
Fasilitas ini menargetkan produksi sebesar 30.000 KL bioethanol per tahun, dengan bahan baku utama berupa tebu.
Pabrik ini memberdayakan lebih dari 4.000 tenaga kerja lokal dan petani tebu, dengan TKDN sebesar 25%.
Dampak lingkungan juga signifikan, dengan potensi pengurangan emisi sebesar 66 ribu ton CO2 setara per tahun.
Pertamina menegaskan komitmennya sebagai pemimpin dalam transisi energi nasional, dengan mendukung target Net Zero Emission 2060.
Seluruh transformasi ini dilaksanakan dengan menerapkan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Informasi lebih lanjut terkait proyek dapat diakses melalui situs resmi www.danantaraindonesia.co.id.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496034/original/029256900_1770457602-ce922652-d440-40de-ac1d-5f770ea2b751.jpeg)



:strip_icc()/kly-media-production/medias/2913252/original/006053400_1568693352-WhatsApp_Image_2019-09-17_at_10.57.35_AM.jpeg)