Penulis: Rifiana Seldha
TVRInews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyambut baik capaian ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen sepanjang 2025 secara kumulatif, dengan pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 mencapai 5,39 persen (y-on-y). Sebagaimana hal ini tertuang dalam laporan Badan Pusat Statistik (BPS), untuk kemudian menjadi dasar perumusan kebijakan selanjutnya bagi Kementerian Ekraf/Badan Ekonomi Kreatif.
Bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, pertumbuhan ekonomi tahun 2025 lebih tinggi sekitar 0,3 persen. Tercatat pada 2024, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada angka 5,03 persen, sedangkan di 2023 tumbuh 5,05 persen.
Melihat pertumbuhan angka tersebut, Menteri Teuku Riefky pun menyatakan dukungannya untuk pelaksanaan Sensus Ekonomi Nasional 2026.
“Pertumbuhan ekonomi ini harus ditopang oleh data yang akurat dan komprehensif. Kementerian Ekraf mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi Nasional karena data yang kuat adalah fondasi bagi kebijakan berbasis data (data-driven policy making) yang efektif untuk pengembangan ekraf di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky pada Sabtu, 7 Februari 2026 dikutip dari laman resmi Kemenekraf.
Sensus Ekonomi dilaksanakan setiap sepuluh tahun oleh BPS. Untuk tahun ini yaitu Sensus Ekonomi 2026 atau SE2026 dijadwalkan akan berlangsung pada 1 Mei-31 Juli. Hasil sensus nantinya akan memperbarui basis data sektor ekonomi, termasuk subsektor ekonomi kreatif.
Informasi ini akan menjadi referensi penting bagi pembuat kebijakan di tanah air demi menciptakan program yang tepat sasaran untuk mempercepat pertumbuhan dan pemerataan ekonomi kreatif baik dalam skala nasional maupun daerah.
Pemerintah berharap hasil sensus yang akurat akan memberi gambaran menyeluruh mengenai struktur dan dinamika pegiat ekraf yang selama ini menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional. Kementerian Ekraf menilai sensus tersebut juga mampu memetakan tantangan serta potensi yang ada di berbagai subsektor ekonomi kreatif.
Editor: Redaksi TVRINews





