Final Piala Asia Futsal 2026, Timnas Gagal Juara: Dramatis dan Sangat Fantastis, Iran Menang Adu Penalti 5-4 atas Indonesia

harianfajar
14 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, JAKARTA — Indonesia Arena seperti kehilangan udara. Riuh ribuan suporter bercampur dengan ketegangan yang tak terucap. Final Piala Asia Futsal 2026 bukan sekadar pertandingan puncak; ia berubah menjadi kisah panjang tentang keberanian, daya tahan, dan takdir yang ditentukan dari titik putih.

Setelah bermain imbang 5-5 hingga akhir babak perpanjangan waktu, laga akhirnya ditentukan lewat adu penalti. Di momen paling sunyi sekaligus paling bising itu, Iran keluar sebagai juara dengan kemenangan 5-4.

Iran membuka cerita dengan cara yang tegas. Baru tiga menit berjalan, Hossein Tayebibidgoli mencetak gol yang membuat Indonesia Arena terdiam sesaat. Tekanan cepat dan agresivitas tim asuhan Vahid Shamsaee menunjukkan mengapa mereka disebut raksasa futsal Asia.

Namun Indonesia menolak larut.

Reza Gunawan menyamakan skor di menit ketujuh, memanfaatkan bola muntah hasil sepakan Dewa Rizki. Sorak-sorai membelah arena. Tak lama berselang, Israr Megantara membalikkan keadaan menjadi 2-1, lalu kembali mencetak gol di menit kesembilan melalui skema cepat bersama Ahmad Habiebie. Indonesia unggul 3-1. Harapan tumbuh, keyakinan menyala.

Iran sempat mencetak gol yang dianulir VAR, dan gagal memaksimalkan second penalty berkat penyelamatan gemilang Habiebie. Namun tekanan mereka tak pernah benar-benar surut. Mahdi Karimi memperkecil skor menjadi 3-2 sebelum turun minum.

Babak kedua berjalan dalam tempo yang sama panasnya. Iran menyamakan kedudukan menjadi 3-3 lewat skema cepat yang memanfaatkan celah pertahanan. Tetapi Indonesia kembali menunjukkan mental baja. Kurang dari semenit setelah kebobolan, Garuda kembali memimpin 4-3 melalui serangan terorganisasi yang matang.

Pertandingan berubah menjadi duel karakter. Iran menyamakan skor lagi. Waktu normal berakhir imbang, memaksa laga berlanjut ke perpanjangan waktu.

Di fase inilah drama mencapai puncaknya.

Indonesia sempat unggul 5-4 dan Indonesia Arena hampir pecah oleh selebrasi yang prematur. Gelar terasa hanya sejengkal dari genggaman. Namun Iran, dengan pengalaman dan ketenangan yang terasah di banyak final, kembali mencetak gol balasan. Skor 5-5 bertahan hingga akhir perpanjangan waktu kedua.

Adu penalti pun tak terelakkan.

Di titik putih, futsal berubah menjadi pertarungan saraf. Satu langkah pendek, satu sentuhan kaki, satu tepisan kiper—dan sejarah bisa berubah arah.

Eksekutor kedua tim tampil bergantian dengan presisi tinggi. Gol demi gol tercipta. Ketegangan di tribun terasa lebih tajam daripada suara peluit wasit. Ahmad Habiebie berusaha membaca arah tembakan, sementara kiper Iran melakukan hal yang sama.

Hingga akhirnya satu momen kecil menjadi pembeda.

Iran memastikan kemenangan 5-4 dalam adu penalti. Selebrasi pemain-pemain mereka pecah di tengah lapangan, sementara para pemain Indonesia tertunduk, beberapa terdiam menatap kosong ke arah tribun yang tetap memberi tepuk tangan.

Kekalahan itu pahit, tetapi tidak memalukan.

Indonesia telah berdiri sejajar dengan kekuatan terbesar Asia. Mereka memaksa Iran bermain hingga detik terakhir, memaksa final ditentukan oleh detail paling tipis. Dari gol cepat yang membungkam, kebangkitan tiga gol beruntun, penyelamatan second penalty, hingga drama 5-5 sebelum penalti—semuanya menjadi bukti kematangan tim asuhan Hector Souto.

Malam itu, Indonesia memang tidak mengangkat trofi. Namun mereka mengangkat martabat. Mereka menunjukkan bahwa jarak dengan puncak Asia kini hanya selebar satu tendangan penalti.

Dan mungkin, di final berikutnya, cerita itu akan menemukan akhir yang berbeda.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Segini Gaji Prada di 2026? Berikut Lengkap dengan Tunjangan
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tiga zat gizi yang dinilai penting bagi kesehatan perempuan
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Jakpro Proyeksi Penumpang LRT Jakarta Fase 1B Tembus 80.000 Orang
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
Longsor di Watukumpul Pemalang Tutup Jalan, 1 Warga Tewas
• 23 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Wamendagri Wiyagus Dorong Sinergi Daerah Sukseskan MBG dan Kopdeskel Merah Putih
• 19 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.