Hasil Sementara Final Piala Asia Futsal 2026: Detik-detik Terakhir Menuju Panggung Juara, Garuda Imbang 5-5 atas Iran

harianfajar
7 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, JAKARTA — Indonesia Arena berubah menjadi ruang tanpa napas. Sorak, tegang, harap, cemas—semuanya bertumpuk dalam satu waktu. Partai final Piala Asia Futsal 2026 tak lagi sekadar pertandingan; ia menjelma menjadi drama panjang yang menolak selesai dalam 40 menit waktu normal.

Timnas Futsal Indonesia dan Iran terlibat dalam duel yang memaksa jantung berdetak lebih cepat. Setelah saling berbalas gol sepanjang laga, skor di penghujung babak perpanjangan waktu kedua kini imbang 5-5.

Iran membuka kisah lebih dulu. Baru tiga menit laga berjalan, tekanan intens yang dibangun tim asuhan Vahid Shamsaee membuahkan hasil lewat sepakan Hossein Tayebibidgoli. Gol cepat itu sempat membungkam arena. Iran memimpin 1-0, dan bayang-bayang pengalaman mereka sebagai kekuatan besar Asia terasa nyata.

Namun Indonesia tidak memilih untuk menunduk.

Reza Gunawan menghidupkan asa di menit ketujuh lewat gol penyama kedudukan. Bola muntah hasil sepakan Dewa Rizki disambarnya tanpa kompromi. Indonesia Arena pun meledak. Satu menit berselang, Israr Megantara membalikkan keadaan menjadi 2-1. Iran yang semula dominan, mendadak dipaksa bertahan.

Israr kembali mencetak gol di menit kesembilan, memanfaatkan umpan panjang Ahmad Habiebie. Skor berubah 3-1. Indonesia tak hanya melawan, mereka memimpin dengan keyakinan.

Iran sempat mencetak gol yang dianulir VAR, lalu gagal memanfaatkan second penalty setelah Habiebie tampil gemilang menepis sepakan Salar Aghapour. Namun tekanan yang tak henti akhirnya berbuah pada menit ke-18 lewat Mahdi Karimi. Babak pertama ditutup dengan skor 3-2 untuk Indonesia.

Babak kedua menjadi ujian daya tahan.

Iran kembali dengan agresivitas penuh. Gol penyama kedudukan 3-3 hadir lewat skema cepat yang memanfaatkan celah pertahanan Indonesia. Untuk sesaat, momentum terasa beralih.

Tetapi respons Indonesia datang secepat kilat. Kurang dari satu menit setelah kebobolan, Garuda kembali unggul 4-3 melalui serangan terorganisasi yang menunjukkan kedewasaan permainan. Sorakan di tribun seperti menegaskan satu hal: Indonesia tak lagi inferior.

Iran, dengan pengalaman panjangnya di level Asia, menolak menyerah. Tekanan demi tekanan memaksa Indonesia bermain lebih dalam. Pada fase krusial itu, Iran kembali menemukan celah dan menyamakan kedudukan. Laga berlanjut ke babak perpanjangan waktu.

Di fase inilah mental menjadi mata uang paling berharga.

Kedua tim bermain hati-hati tetapi tetap agresif. Setiap kesalahan kecil berpotensi fatal. Indonesia sempat kembali mencetak gol dan mengubah skor menjadi 5-4, membuat arena bergemuruh seolah gelar sudah di depan mata. Namun Iran, dengan ketenangan khas tim besar, kembali merespons. Gol balasan membuat skor kembali sama kuat 5-5.

Waktu terus berjalan. Detik demi detik terasa lebih panjang dari biasanya. Setiap sentuhan bola disambut jerit atau desah dari tribun. Ahmad Habiebie kembali menjadi sosok sentral dengan beberapa penyelamatan penting, sementara lini depan Indonesia terus mencari celah terakhir.

Final ini telah melampaui taktik dan statistik. Ia menjadi pertarungan mental, ketahanan fisik, dan keyakinan kolektif. Indonesia menunjukkan bahwa mereka tak sekadar tuan rumah yang menikmati atmosfer. Mereka berdiri sejajar dengan Iran—bahkan berani menantang dominasi.

Kini, di penghujung babak perpanjangan waktu kedua, skor tetap 5-5. Indonesia Arena berdiri dalam ketegangan yang nyaris tak tertahankan. Satu momen kecil bisa menentukan sejarah: apakah Garuda akan terbang menuju panggung juara, atau duel ini harus ditentukan lewat adu penalti yang kejam dan tak kenal kompromi.

Yang jelas, malam ini telah membuktikan satu hal: Indonesia bukan lagi penantang. Mereka adalah pesaing sejati di puncak Asia.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sempat Kabur, Bos PT Blueray Serahkan Diri ke KPK
• 18 jam laluokezone.com
thumb
Purbaya Targetkan Rasio Pajak Naik hingga 12 Persen: Kalau Tercapai, Kita Makan-Makan
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Potret Malapetaka Menghantam Negeri, Sapi-Kambing Mati Bergelimpangan
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Relawan Jhonlin Group Bersihkan Material Pascabencana di Aceh Tamiang, Berhasil Buka Akses Jalan
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gereja di Malang Buka Pintu untuk Jemaah Mujahadah Kubro 1 Abad NU
• 9 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.