Serang (ANTARA) - Pers mahasiswa dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga kualitas demokrasi sekaligus menyiapkan regenerasi jurnalis, sehingga perlu pembinaan berkelanjutan dari kampus, organisasi profesi, dan media.
Hal tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional Jurnalistik bertajuk “Peran Pers Mahasiswa dalam Demokrasi” yang digelar di Kampus Universitas Bina Bangsa (UNIBA) Kota Serang, Banten, Sabtu, yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026.
Ketua Bidang Kerja Sama dan Kemitraan PWI Pusat, Ariawan, menekankan bahwa mahasiswa harus mengasah kapasitas mereka sejak dini melalui karya nyata. Menurutnya, keterlibatan aktif di pers kampus akan memberikan dimensi pengetahuan yang tidak didapatkan di ruang kelas.
“Sebagai mahasiswa harus memiliki semangat untuk belajar, berkarya, dan berkontribusi untuk manusia dan negara. Pengalaman (praktis) itu tidak ada di buku,” ujar Ariawan.
Ia menambahkan bahwa pers memiliki peran strategis dalam menopang demokrasi karena sifatnya yang inklusif terhadap informasi, selama informasi tersebut berpijak pada kebenaran. “Pers selalu terbuka untuk siapa pun yang menyampaikan informasi selama informasi itu fakta,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama LKBN Antara, Benny Siga Butar Butar, menyebut pers kampus sebagai titik nol dari ekosistem jurnalistik nasional. Lemahnya pers mahasiswa akan berdampak langsung pada kualitas jurnalisme di masa depan.
Benny secara khusus menyoroti pentingnya perlindungan terhadap kebebasan berpendapat di lingkungan akademik. Ia menegaskan bahwa rasa ingin tahu mahasiswa harus dikelola dengan tanggung jawab, bukan ditekan.
“Pers kampus jangan dibredel, jangan dibungkam. Dia harus diberikan tempat, disalurkan rasa ingin tahunya dengan sebuah tanggung jawab,” kata Benny.
Sebagai bentuk dukungan nyata, LKBN Antara menyatakan komitmennya untuk memperkuat kapasitas mahasiswa melalui program pelatihan dan kolaborasi digital.
Sementara Rektor UNIBA, Bambang DS, menyambut baik diskusi ini sebagai sarana mahasiswa mendapatkan perspektif segar dari para praktisi. Ia mencatat antusiasme mahasiswa yang melontarkan pertanyaan-pertanyaan kritis selama sesi berlangsung.
“Pertanyaan-pertanyaan dari mahasiswa cukup tajam, kemudian dapat dijawab dengan perspektif yang sangat kaya,” ungkap Bambang. Ia berharap gagasan yang lahir dari seminar ini tidak berhenti di meja diskusi, melainkan segera diimplementasikan dalam praktik jurnalistik di lingkungan kampus.
Baca juga: BI Kepri-AJI mengajak pers mahasiswa jadi promotor UMKM lokal
Baca juga: ANTARA beri pelatihan jurnalistik kepada pers mahasiswa di Lampung
Baca juga: Dewan Pers: Mahasiswa jangan sekadar jadi pengguna informasi
Hal tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional Jurnalistik bertajuk “Peran Pers Mahasiswa dalam Demokrasi” yang digelar di Kampus Universitas Bina Bangsa (UNIBA) Kota Serang, Banten, Sabtu, yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026.
Ketua Bidang Kerja Sama dan Kemitraan PWI Pusat, Ariawan, menekankan bahwa mahasiswa harus mengasah kapasitas mereka sejak dini melalui karya nyata. Menurutnya, keterlibatan aktif di pers kampus akan memberikan dimensi pengetahuan yang tidak didapatkan di ruang kelas.
“Sebagai mahasiswa harus memiliki semangat untuk belajar, berkarya, dan berkontribusi untuk manusia dan negara. Pengalaman (praktis) itu tidak ada di buku,” ujar Ariawan.
Ia menambahkan bahwa pers memiliki peran strategis dalam menopang demokrasi karena sifatnya yang inklusif terhadap informasi, selama informasi tersebut berpijak pada kebenaran. “Pers selalu terbuka untuk siapa pun yang menyampaikan informasi selama informasi itu fakta,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama LKBN Antara, Benny Siga Butar Butar, menyebut pers kampus sebagai titik nol dari ekosistem jurnalistik nasional. Lemahnya pers mahasiswa akan berdampak langsung pada kualitas jurnalisme di masa depan.
Benny secara khusus menyoroti pentingnya perlindungan terhadap kebebasan berpendapat di lingkungan akademik. Ia menegaskan bahwa rasa ingin tahu mahasiswa harus dikelola dengan tanggung jawab, bukan ditekan.
“Pers kampus jangan dibredel, jangan dibungkam. Dia harus diberikan tempat, disalurkan rasa ingin tahunya dengan sebuah tanggung jawab,” kata Benny.
Sebagai bentuk dukungan nyata, LKBN Antara menyatakan komitmennya untuk memperkuat kapasitas mahasiswa melalui program pelatihan dan kolaborasi digital.
Sementara Rektor UNIBA, Bambang DS, menyambut baik diskusi ini sebagai sarana mahasiswa mendapatkan perspektif segar dari para praktisi. Ia mencatat antusiasme mahasiswa yang melontarkan pertanyaan-pertanyaan kritis selama sesi berlangsung.
“Pertanyaan-pertanyaan dari mahasiswa cukup tajam, kemudian dapat dijawab dengan perspektif yang sangat kaya,” ungkap Bambang. Ia berharap gagasan yang lahir dari seminar ini tidak berhenti di meja diskusi, melainkan segera diimplementasikan dalam praktik jurnalistik di lingkungan kampus.
Baca juga: BI Kepri-AJI mengajak pers mahasiswa jadi promotor UMKM lokal
Baca juga: ANTARA beri pelatihan jurnalistik kepada pers mahasiswa di Lampung
Baca juga: Dewan Pers: Mahasiswa jangan sekadar jadi pengguna informasi





