Usai diperiksa oleh polisi di Polda Metro Jaya, Jakarta, anggota Founder 5 itu mengungkap nasib industri yang telah membesarkan namanya. Ia optimistis bahwa kasus ini takkan membungkam keberanian rekan-rekan sejawatnya.
"Rasanya tidak, karena teman-teman stand-up comedian persis seperti saya posisinya. Kami ketika naik panggung itu adalah sebuah pertunjukan, sesuatu yang dikonsep untuk membuat orang tertawa," ujar Pandji.
Bagi Pandji, setiap komika sudah memahami risiko dari pekerjaan mereka. Ia menegaskan bahwa panggung komedi adalah wadah ekspresi yang bertujuan untuk menangkap realitas sosial melalui kacamata humor.
Baca Juga :
Diperiksa Polisi soal Mens Rea, Pandji Pragiwaksono: Saya Tidak Menistakan Agama!"Jadi, gak ada alasan untuk khawatir karena memang dari awal semuanya, termasuk saya, niatnya adalah untuk menghibur masyarakat Indonesia. Sesuatu yang saya rasa sangat-sangat dibutuhkan sekarang ini," tambahnya.
Komika berusia 46 tahun itu tetap mewanti-wanti agar para komika harus siap untuk memberikan penjelasan dan berdialog jika karyanya dipermasalahkan.
Senada dengan Pandji Pragiwaksono, Haris Azhar selaku kuasa hukumnya berharap kasus ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi masa depan kebebasan berekspresi di Indonesia.
"Ini akan jadi preseden yang baik. Ini akan jadi modalitas yang baik bagi kepolisian secara institusional, bagi para stand-up comedian, dan juga bagi kita semua secara luas," tutup Haris. Kasus Pelaporan Materi Mens Rea Pandji Pragiwaksono Pandji Pragiwaksono dilaporkan terkait Pasal 300 dan/atau pasal 301 KUHP dan/atau pasal 242 KUHP dan/atau pasal 243 KUHP. Laporan tersebut terdaftar dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 8 Januari 2026.
Barang bukti yang dibawa adalah flashdisk berisi rekaman, kertas hasil cetak tangkapan layar atau screen capture, dan satu lembar dokumen surat rilis aksi.
Pelapor dalam hal ini Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah. Pelaporan tersebut dibuat lantaran menurutnya materi yang disampaikan Pandji Pragiwaksono membuat kegaduhan.
Namun, pihak Pengurus Besar NU (PBNU) dan Muhammadiyah menyatakan bahwa pelapor bukan bagian dari mereka.
Sebagai informasi, Pandji Pragiwaksono menggelar pertunjukan komedi spesial bertajuk Mens Rea pada 30 Agustus 2025 di Indonesia Arena, Jakarta. Materi yang dibawakan Pandji sarat dengan sindiran terhadap iklim politik dan kondisi demokrasi di Indonesia.
Baca Juga :
Pesulap Merah Kesal Dituduh Telantarkan Mendiang Istri Pertama Ketika KritisRekaman pertunjukan tersebut ditayangkan secara global melalui layanan streaming Netflix sejak 27 Desember 2025.
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496284/original/083478000_1770521777-20260207_214806.jpg)


