VIVA – Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi hubungan pariwisata antara Indonesia dan Filipina. Tren kunjungan wisatawan Indonesia ke negara kepulauan tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan seiring dengan langkah strategis yang dilakukan Departemen Pariwisata Filipina (Philippine Department of Tourism/PDOT).
Dalam beberapa tahun terakhir, minat wisatawan Indonesia terhadap destinasi Asia Tenggara alternatif terus tumbuh. Filipina dinilai menawarkan pengalaman wisata yang berbeda namun tetap dekat secara geografis dan budaya. Integrasi promosi langsung kepada konsumen serta pertemuan bisnis antarpelaku industri menjadi strategi efektif dalam mendorong peningkatan angka kunjungan.
Dari sisi daya tarik, Filipina memiliki kekayaan alam dan budaya yang memikat. Boracay dikenal dengan pasir putih halus dan perairan jernih yang ideal untuk relaksasi maupun olahraga air. Palawan, khususnya El Nido, menawarkan lanskap tebing kapur dramatis dan laguna tersembunyi yang kerap disebut sebagai salah satu yang terindah di dunia.
Chocolate Hills di Bohol menghadirkan fenomena geologis unik berupa ratusan bukit simetris yang berubah warna saat musim kemarau. Gunung Mayon di Albay memikat wisatawan dengan bentuk kerucutnya yang hampir sempurna.
Sementara itu, Cebu populer dengan Kawasan Falls dan aktivitas menyelam, termasuk pengalaman berenang bersama hiu paus. Kombinasi panorama alam, budaya lokal yang ramah, serta ragam aktivitas wisata menjadi magnet kuat bagi wisatawan Indonesia.
Meningkatnya tren liburan ke Filipina juga didorong oleh sejumlah faktor pendukung. Selain promosi agresif melalui pameran pariwisata dan kerja sama bisnis, konektivitas penerbangan yang semakin baik mempermudah akses antarnegara maupun antarpulau di Filipina.
Faktor kesamaan budaya Asia Tenggara serta keramahan masyarakat lokal menciptakan rasa nyaman bagi wisatawan Indonesia. Di sisi lain, berkembangnya media sosial turut mempercepat penyebaran informasi destinasi, sehingga mendorong minat generasi muda untuk mengeksplorasi tempat-tempat baru.
Harga paket wisata yang kompetitif dan variasi pengalaman, mulai dari wisata bahari hingga petualangan alam, menjadikan Filipina sebagai alternatif destinasi luar negeri yang semakin diminati pada 2026.
Sebagai informasi, partisipasi PDOT dalam dua ajang pariwisata bergengsi di Indonesia, yakni ASTINDO Travel Fair dan TTC Travel Mart 2026 yang berlangsung pada 5–11 Februari 2026, menjadi bagian dari upaya memperkuat penetrasi pasar Indonesia. Momentum ini semakin relevan karena bertepatan dengan ASEAN Chairmanship Year, yang membuka peluang kolaborasi regional lebih luas.





