Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Kurangi Kesalahan Data Penerima Manfaat

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Pasuruan, VIVA – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan digitalisasi bantuan sosial (bansos) mampu menurunkan persentase angka kesalahan sekaligus meningkatkan akurasi data penerima manfaat secara signifikan.

Dalam agenda sosialisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di Kabupaten, Gus Ipul menyebutkan hal tersebut merujuk pada hasil uji coba di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Baca Juga :
Gubernur Sebut Keluarga Bocah SD Gantung Diri di NTT Tak Terima Bansos, Alasannya Bikin Geleng Kepala
Buntut Bocah SD Bunuh Diri di NTT, DPR Sentil Kebijakan Bansos Tak Tepat Sasaran

"Dari hasil uji coba, kesalahan data penerima bansos melalui Program Keluarga Harapan (PKH) serta Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) berkurang secara signifikan, meski masih tinggi," kata Gus Ipul di Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu, 7 Februari 2026.

Penyaluran bansos Program Sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH)
Photo :
  • Dok. Pos Indonesia

Ia menuturkan sebelum adanya sistem digitalisasi melalui DTSEN, tingkat kesalahan data penerima manfaat yang tidak terdaftar atau exclusion error untuk PKH berada di angka 77,7 persen sedangkan untuk BPNT berada di angka 70 persen.

Setelah uji coba yang dilaksanakan bersama Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah dan sejumlah kementerian dan lembaga terkait, kesalahan data dapat diturunkan menjadi 28,2 persen untuk PKH dan 17,6 persen untuk BPNT.

Sementara untuk kesalahan data pada penerima manfaat yang terdaftar (inclusion error) menunjukkan adanya pengurangan dari 46,5 persen menjadi 39,8 persen untuk PKH, dan dari 37,7 persen menjadi 29,6 persen untuk BPNT.

"Harapannya agar kesalahan data dapat ditekan sampai di bawah sepuluh persen atau bahkan lima persen," katanya.

Ia mengaku akurasi data tidak mungkin menyentuh angka 100 persen dengan banyaknya dinamika sosial dalam keseharian masyarakat seperti kelahiran, kematian, perpindahan warga maupun naik turunnya kemampuan ekonomi suatu keluarga.

Ia berharap melalui pembaruan DTSEN yang akan dilaksanakan secara terus menerus setiap harinya, dibarengi dengan laporan per tiga bulan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) baik di tingkat daerah hingga nasional, dapat terus meningkatkan keakuratan data penerima bansos.

Ia pun memastikan uji coba tersebut juga akan terus dilaksanakan sepanjang 2026, dengan target pelaksanaan di 40 kabupaten/kota di Indonesia.

Ilustrasi Bansos BLT
Photo :
  • VIVA Bandung

Menurutnya, pada pertengahan tahun diharapkan hasil evaluasi dari uji coba itu dapat terangkum dengan baik dan menjadi rujukan untuk penerapan digitalisasi bansos di berbagai daerah Indonesia secara lebih luas.

Baca Juga :
Menteri Pigai Ngaku Uang Pribadinya Habis Gegara Tak Ada Anggaran Bansos
Digitalisasi UMKM Tidak Cukup dengan Aplikasi
Digitalisasi Pengadaan Barang dan Jasa, Perseroda Pringsewu Gandeng Mbizmarket

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dunia Games Gandeng SEGA, Gamers Bisa Tukar Poin dengan Merchandise Sonic
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Iran Setuju Lanjutkan Negosiasi dengan AS tapi Beri Wanti-wanti Ini
• 20 jam laludetik.com
thumb
Sidak di Subang, Dedi Mulyadi Tegur Bupati Muda sampai Beri Peringatan ini ke Kepala Daerah Lainnya
• 18 jam lalugrid.id
thumb
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Akhirnya Klarifikasi Soal Kabar Perceraian, Minta Semua Pihak Berhenti Sebarkan Hoaks
• 23 jam lalugrid.id
thumb
Satpol PP Turunkan Reklame hingga Baliho di Banjarmasin Usai Disorot Prabowo
• 11 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.