Ternyata tidak semua jaringan diler dapat menjual mobil listrik Suzuki e Vitara. Hal ini disampaikan Deputy Managing Director Sales and Marketing 4W Suzuki Indomobil Sales (SIS), Dony Ismi Himawan Saputra.
"Jadi tidak semua diler mendapatkan lisensi untuk menjual mobil ini, tapi kami dari Suzuki sudah memberikan skema. Ada diler yang ada logo EV dan tidak ada tulisannya," buka Dony saat ditemui di Kemayoran, Jakarta, Kamis (5/2).
"Tapi pertanyaannya, apakah konsumen bisa melakukan pembelian di diler yang tidak ada tulisan EV? Kami sudah siapkan QR code di outlet tersebut kemudian mengisi data pemesanan untuk kami akan kontak," lanjutnya.
Sebagai upaya memberikan layanan purna jual, Suzuki menghadirkan fasilitas pengisian daya di beberapa dilernya. Ini ditandai dengan logo EV Point. Hanya saja tidak bisa digunakan secara real time, dalam artian pengguna harus melakukan reservasi dulu.
"Pada tahap awal ini kami menyediakan fasilitas charging di sejumlah outlet melalui layanan booking aplikasi MySuzuki, dari situ bisa diketahui yang kosong yang mana, charging-nya kapan. Selain itu ada juga informasi map untuk SPKLU yang lain," tambah Marketing Director PT SIS Yulius Purwanto.
Dengan adanya integrasi peta SPKLU, pengguna tidak perlu lagi mencari lokasi charging secara manual. Aplikasi akan membantu menampilkan alternatif lokasi, baik di area perhotelan, pusat perbelanjaan, maupun fasilitas umum lainnya.
Suzuki e Vitara merupakan line up pembuka model listrik murni pabrikan. Model ini sebelumnya dikenalkan tahun lalu dalam wujud purwarupa, kemudian menyusul model masspro-nya yang sempat dipamerkan beberapa bulan setelahnya. Pada momen itu, Suzuki berkomitmen akan menjualnya di awal 2026.
Puncaknya pada pameran IIMS 2026 ini, Suzuki akhirnya merilis mobil listrik yang diimpor dari India tersebut dengan banderol Rp 755 juta untuk tipe one tone dan Rp 758 juta untuk varian dua warna.
Adapun Suzuki e Vitara dibekali baterai Lithium Iron-Phosphate (LFP) berkapasitas 61 kWh dengan motor listrik bertenaga 128 kW dan torsi 193 Nm. Tenaga disalurkan ke roda depan melalui sistem eAxle, dengan dukungan fast charging DC yang mampu mengisi daya dari 15 persen ke 80 persen dalam waktu sekitar 50 menit.





